Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Beruang Madu Langka Berkeliaran di Area Konservasi Tambang JBG di Jorong

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 408,373 kali

Beruang madu berkeliaran di areal pertambangan di Tanah Laut (dok, nasional tempo)

BêBASbaru.com, TANAH LAUT – Satwa langka yang dilindungi negara, Beruang Madu (helarctos malayanus), ditemukan di area reklamasi dan konservasi tambang batu bara di wilayah Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel). Informasi diperoleh, keberadaan satwa berkuku panjang dan tajam itu tertangkap trap cam (perangkap kamera) yang berada di area reklamasi tambang PT Jorong Barutama Greston (JBG). Ini salah satu perusahaan pemegang izin PKP2B di Tala. Beruang madu merupakan spesies beruang terkecil di dunia. Beruang Madu hidup di hutan tropis Asia Tenggara. Termasuk di hutan tropis Sumatera dan Kalimantan. Pemerintah Indonesia pun mengupayakan perlindungan Beruang Madu melalui penerapan PP nomor 7 tahun 1999 dan UU nomor 5 tahun 1990. Camat Jorong M Alpan Rosidi Anwar ketika dikonfirmasi membenarkan adanya beruang Madu di tambang JBG. “Laporan yang saya terima, pernah terlihat di trap cam yang ada di area tambang. Tapi, memang jarang bisa ketemu hewannya secara langsung,” ucapnya, Selasa (19/2020). Pihaknya mendukung upaya yang dilakukan manajemen perusahaan swasta tersebut untuk melindungi satwa langka itu. Apalagi sejak beberapa tahun silam perusahaan tersebut juga telah menetapkan area konservasi hutan galam yang berada di sekitar kantor. Sementara itu Mine Head yang juga Kepala Teknik Tambang PT JBG I Gede Widiada mengatakan pihaknya berkomitmen mempertahankan dan melestarikan daya dukung lingkungan melalui program perlindungan keanekaragaman hayati. “Di antaranya menetapkan area konservasi. Harapannya ini dapat dijadikan model konservasi untuk satwa liar yang lain,” ucapnya kepada banjarmasinpost.co.id via telepon. Salah satu upaya yang ditempuh, paparnya, yakni melakukan studi flora dan fauna di area konservasi galam dan area reklamasi. Kegiatan ini bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan yakni survei langsung, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan secara fisik, ekologis, dan aspek sosial masyarakat, area reklamasi cocok untuk konservasi Beruang Madu (helarctos malayanus). “Hal tersebut diketahui setelah ditemukan Beruang Madu saat proses pemantauan sedang berlangsung,” tandas Gede. Pihaknya juga telah menetapkan area konservasi Beruang Madu di area reklamasi dengan menerbitkan surat keputusan nomor SK-281/KTT/JBG/VIII/2019. Kawasan konservasi Beruang Madu tersebut dilakukan dengan cara ex-situ yaitu di area reklamasi yang juga berdekatan dengan hutan sempadan Sungai Asamasam. Upaya lain yang dilakukan yakni berupaya meluaskan area enklosur Beruang Madu sesuai daerah jelajahnya. Upaya ini diharapkan dapat bereproduksi secara normal sehingga keberhasilan konservasi secara ex-situ dapat dicapai. Kemudian melakukan penanaman jenis tanaman buah lokal (kasturi, cempedak, nangka, durian dan mangga) dan menambah sarang lebah buatan di area konservasi selain sarang lebah hutan alami yang telah ada. Keberadaan pohon buah tersebut diharapkan menjadi sumber makanan bagi Beruang Madu dan membuka kemungkinan bertambahnya populasi satwa langka tersebut. Gde mengatakan pengembalian fauna dilindungi ke habitatnya merupakan kewajiban dan masuk dalam rencana penutupan tambang JBG. Pihaknya telah memulai upaya tersebut sejak saat ini untuk mencegah kepunahan satwa langka dan dilindungi itu.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Beruang Madu Ditemukan di Area Konservasi Tambang JBG di Jorong Tala, Begini Upaya yang Dilakukan)

Berita ini sudah dilihat 359 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 25
  • Page views today : 27
  • Total visitors : 553,467
  • Total page view: 1,139,887