Connect with us
Update Now

Lintas Kalsel

Berita Covid-19 Tabalong: Pedagang Ngeluh Setiap Hari Pasar Tanjung Langsung Sepi Begitu Jelang Siang

Diterbitkan

pada

Banyak pedagang sudah menutup lapak dagangannya menjelang siang hari, karena sepinya pembeli di Pasar Tanjung (dok, BeBASbaru.com)

BêBASbaru.com, TABALONG – Pandemi korona benar-benar menghantam ekonomi di Tabalong, selain adanya himbauan agar jangan terlalu banyak beraktivitas di luar, harga komoditi karet yang selama ini menjadi andalan ekonomi Tabalong juga jatuh penjualannya. Membuat pasar terbesar di Tabalong, yakni Pasar Ba’untung Tanjung sepi kalau sudah siang hari. Pemandangan ini tak pernah terjadi sebelumnya, sejak pasar yang berdiri puluhan tahun silam ini, pasar selalu rame dari pagi hingga malam hari.

Lorong Pasar Tanjung bak bukan pasar lagi, saking sepinya pembeli (dok, BeBASbaru.com)

Beberapa pedagang terlihat menutup dagangannya setelah waktu sholat Zuhur, karena sepinya pembeli. “Sunyi sejak virus korona merebak, kasian yang jualan banyak daganganya tak laku,” ungkap seorang sol sepatu, yang biasa di panggil paman sol ini. Pria yang lebih 15 tahun menjadi sol sepatu di pasar Tanjung ini menambahkan, penurunan pengunjung di Pasar Tanjung selain faktor korona yang makin merebak, juga hampir 70% tergantung karet.

Halaman pasar yang biasa penuh dengan parkir motor pembeli ikutan sepi (dok, BeBASbaru.com)

“Kalau harga karet naik, otomatis pengunjung pasar rame. Tapi bila harga karet jatuh, pasar Tanjung langsung terasa sepi,” tutur paman sol lagi. Seorang pedagang ikan yang di tanya BeBASbaru.com mengungkapkan, pasar Tanjung hanya rame pada pagi hari, mulai pukul setengah 6 pagi sampai dengan jam 8 an pagi. Setelahnya pasar akan langsung terasa sepi. “Susah pa, penghasilan dagangan makin hari makin menurun, beda jauh dengan sebelum korona dan saat harga gatah (karet) lagi mahal,” kata pedagang tersebut. Sementara itu, pada Rapat paripurna di DPRD Tabalong beberapa waktu lalu, Bupati Tabalong AnangSyakhfiani keluarkan janji lagi, yakni untuk Anggaran Tahun (T-A) 2021, dia akan memprioritaskan pemulihan ekonomi di Tabalong. Dengan APBD Tabalong mencapai Rp1,5 Trilyun sebagian akan di alihkan ke pengembangan usaha, walaupun tentu saja belanja langsung dan tak langsung tetap jadi domain wajib APBD Kabupaten Tabalong.

Sumber: BeBASbaru.com

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

SPACE IKLAN

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 33
  • Page views today : 39
  • Total visitors : 504,070
  • Total page view: 1,081,674