Connect with us
Update Now

Kotabaru

Berita Covid-19 Kotabaru: Daya Beli dan Usaha Masyarakat Kotabaru Belum Stabil

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 131,784 kali

Ilustrasi, pasar masih sepi akibat korona (dok, tribunnews)

BêBASbaru.com, KOTABARU – Imbas pandemi Covid-19 kondisi usaha dari berbagai komoditas di komplek Pasar Kemakmuran Kotabaru yang sempat mengalami penurunan penjualan drastis hingga 50 persen, hingga saat ini belum stabil. Penurunan semua jenis penjualan komoditas di sentra perdagangan itu, terutama kebutuhan pangan akibat dampak lesunya daya beli masyarakat. Meski mulai ada perubahan setelah penerapan New Normal, namun tidak begitu signifikan. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Koperdag) Kotabaru Mahyudiansyah menyatakan, saat puncak pandemi Covid-19 penurunan penjualan mencapai angka 40 persen khusus pedagang toko atau agen. Kondisi itu juga dialami pedagang ikan, penurunan pendapatan hingga 50 persen. Selain eksistensi penangkapan ikan oleh nelayan, karena tidak bisa melakukan pengiriman ikan hasil tangkapan ke luar Kotabaru.”Begitu juga sayur, karena penurunan daya beli masyarakat. Apalagi waktu itu (sebelum New Normal) kan warung, rumah-rumah makan sepi. Rata-rata hampir keseluruhan pokoknya mengalami penurunan,” jelas Mahyudi kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (5/7/2020). Kini atau semenjak New Normal daya beli masyarakat masih belum stabil, meski mulai sedikit membaik dari kondisi sebelumnya saat pandemi.  “Ada sedikit perubahan, daya beli masyarakat mulai naik ya mungkin sekitar 30 persenan,” terang Mahyudiandyah. Khususnya nelayan penangkap ikan, karena sebagian pengumpul kembali sudah bisa melakukan pengiriman ke beberapa wilayah di luar Kotabaru. Seperti Balikpapan, Amuntai, Banjarmasin. “Sebelumnya kan tidak bisa mengirim. Seperti ke Balikpapan ditutup. Nelayan juga banyak tidak melakukan penangkapan ikan. Sekarang sudah dibuka lagi. Dan,  kemarin aku tanyakan langsung ke pengumpul yang akan mengirim ikan,” urai Mahyudiansyah. Walau mulai sedikit baik, lanjut Mahyudiansyah, geliat transaksi di sentra perdagangan Kotabaru masih jauh dari tahun sebelumnya saat kondisi normal–sebelum Covid-19–. “Selama Covid-19, berpengaruh juga kepada pegawai. Seperi tidak adanya perjalanan dinas,” sambungnya. Terpisah, menyinggung beberapa pedagang dadakan menjual ikan, sayur di pinggir jalan di kawasan Sungaitaib, dilakukan pedagang mengingat kondisi terjadi saat ini. “Saya sudah menanyakan kepada mereka berjualan. Ternyata tanah mereka tempati mereka sewa dari pemilik Rp 250 ribu perbulan,” jelas Mahyudiansyah. Kendati demikian, tetap harus menjadi perhatian instansi-instansi terkait, karena khawatir menjamurnya jumlah pedagang berjualan di pinggir jalan. “Sudah juga saya sampaikan ke dinas pertanian dan Satpol PP. Memang mereka termasuk usaha kecil sih,” ujar Mahyudiansyah. Namun tidak bisa dilakukan pembinaan secara khusus, tidak ada regulasi yang mengatur mengingat tempat kondisi berjualan yang bukan tempatnya. “Tidak bisa dilakukan pembinaan. Tidak ada regulasinya. Sebenarnya sangat membantu masyarakat yang rumahnya pas melintas di situ. Dan, harganya agam murah lagi,” pungkas Mahyudiansyah.

Sumber: Banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 88 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 320
  • Page views today : 354
  • Total visitors : 532,745
  • Total page view: 1,116,662