Connect with us
Update Now

Hulu Sungai Tengah

Berita Covid-19 HST: Kelamaan Hasil Swab Keluar, 3 Warga Keburu Meninggal

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 129,754 kali

Petugas pemakaman gali lubang untuk 3 warga HST yang meninggal dunia, sayangnya para warga yang ikut menyaksikan, malah abai dan tidak menggunakan masker sebagai pelindung diri (dok, tribunnews)

BêBASbaru.com, HULU SUNGAI TENGAH – Tiga warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan ( Kalsel ), meninggal dalam waktu yang tak berjauhan. Ketiganya bahkan dimakamkan sesuai protokol Covid-19 mengingat hasil rapid test adalah reaktif. Meski demikian, hasil swab PCR ketiga warga yang meninggal tersebut belum ketahuan. Mengingat, hasil PCR yang memerlukan waktu. Masing-masing adalah seorang perempuan 63 tahun warga Kecamatan Pandawan berjenis dengan penyakit penyerta hiperglikimia. Kemudian, laki-laki (71) warga Kecamatan Barabai meninggal pada Rabu (22/7/2020) dini hari. Sudah lama menderita sakit jantung. Sebelum meninggal, mengalami sesak napas.  Terakhir, laki-laki (70), mengalami sesak napas pad 21 Juli 2020 dan dirawat di RSUD H Damanhuri, Barabai. “Ketiganya reaktif dan hasil swab belum keluar,” ujar Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Kabupaten HST, Sakdillah. Dibeberkannya, ketiganya dimakamkan sesuai standar Covid-19, meski hasil PCR belum keluar. “Semuanya ada penyakit penyerta,  hiperglikemia, pnenomia dan gangguan fungsi ginjal. Meninggalnya warga Kabupaten HST dan dimakamkan dengan prosedur Covid-19, menambah daftar panjang dugaan terinveksi  sebelum hasil PCR keluar. Satu warga Kecamatan Labuan Amas Utara berjenis kelamin laki-laki (70) telah dimakamkan secara protokol Covid-19 pada 3 Juli lalu. Meninggalnya beberapa jam, setelah pelaksanaan swab tes. Hasil tes PCR keluar pada 16 Juli lalu, yakni terkonfirmasi positif. Sebelumnya, pada 26 Juni 2020 dini hari ada pasein dalam pengawasan yang meninggal dunia dan dimakamkan sesuai protokol. Diketahui, PDP tersebut merupakan warga Desa Kambat Utara Kecamatan Pandawan berusia 49 tahun dan berjenis kelamin perempuan. Sudah dua kali rapid test, hasilnya non reaktif. Berdasarkan tracking, pernah melakukan kontak dengan positif covid-19. Selain itu pada 18 Juni 2020, PDP laki-laki (64) yang dirawat di RSUD H Damanhuri asal Kecamatan Barabai, meninggal dunia dan dimakamkan sesuai protokol Covid-19. Tak hanya itu, kasus pertama PDP meninggal dunia pada 4 Juni 2020. perempuan (65) tahun asal Kecamatan Barabai berstatus  PDP. Dimakaman dengan standar penanganan Covid-19.  Dari hasil pemeriksaan rapid test yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten HST, hasilnya nonreaktif. Meski demikian, tetap masuk PDP karena mengeluhkan sesak napas.  PDP yang meninggal tersebut memiliki penyakit penyerta jantung. Bahkan, PDP tersebut baru masuk ke RSUD  H Hasan Basry Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, pada 2 Juni lalu.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Tiga Warga Kabupaten HST Meninggal Sebelum Hasil Swab Keluar, Semua Reaktif Rapid Test)

Berita ini sudah dilihat 262 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 412
  • Page views today : 466
  • Total visitors : 532,419
  • Total page view: 1,116,302