Connect with us
Update Now

Hulu Sungai Selatan

Berita Covid-19 HSS: Kunci Sembuh Yakin Sehat, Itulah Pesan Dokter Internship RSHHB yang Sembuh dari Covid-19

Diterbitkan

pada

Kunci sembuh adalah selalu berpikir positif dan yakin sehat lagi, kata dr Norsaidatun Nafizah, dokter-intership di RS Hasan Basry Kandangan (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, HULU SUNGAI SELATAN –  Siapa yang tak sedih dan khawatir saat dinyatakan terkonfirmasi positif terpapar virus covid-19. Selain harus menjalani pengobatan cukup lama, juga harus siap-siap diisolasi dari keluarga, Saudara, orangtua, serta kerabat dekat lainnya. Belum lagi, stigma negatif masyarakat. Menganggap penyakit yang menggoncang dunia ini sebagai aib. Kondisi itu sempat dirasakan Norsaidatun Nafizah. Dokter intership asal Tabalong yang bertugas  di RS H Hasan Basry Kandangan ini pernah dinyatakan positif terpapar covid-19. Bahkan, tanpa gejala, yang tentu saja membuatnya kaget dan sedih. “Soalnya merasa tak merasakan adanya keluhan dengan gejala mengarah terserang virus tersebut,”tutur Nafizah. Justru karena tanpa gejala itu bisa menularkan ke orang lain, dia mengkhawatirkan lingkungan keluarganya tertular. Termasuk teman-temannya. “Down pasti ada, mengerikan karena berpotensi menularkan,”ungkapnya.  Nafizah pun mengaku merasakan adanya pengucilan. Namun, lebih banyak yang peduli dan memberi support. Dukungan orang sekitar itupun menjadi penyemangat bagi dia. Nafizah yakin, apa yang dialaminya, semua atas izin Allah yang Maha Kuasa. “Allah memilih siapapun orang yang dikehendakinya. Jadi mengucilkan orang yang terpapar covid itu sangat keliru. Bayangkan saja jika kalian juga mengalami hal itu. Apakah mau diperlakukan seperti itu. Jika Allah berkehendak, taka da yang bisa menolaknya,”ungkapnya. Bagaimana awal terpapar covid=19?  Nafizah mengatakan, secara tak sengaja, saat mau bertugas sebagai dokter internship di RSHHB Kandangan, dia harus mengikuti prosedur. Sebelum ditugaskan, Mei lalu, harus melakukan rafid test dan Swab. Hasil Rafid tes non reaktif. Dua minggu kemudian,  dari  enam orang dokter internship yang di-swab hanya dia yang positif. Selanjutnya, Nafizah diisolasi di  rumah sakit Kandangan, karena saat itu mau tugas di Kandangan.  Satu minggu pengobatan, berikutnya menunggu hasil  evauasi.  Selama 24 hari perawatan, Nafizah berupaya tetap semangat, dan berpikir positif. Saat itu jug ada beberapa tenaga medis yang diisolasi. Di kamar isolasi saya sendiri. Yang lain, ada dikumpulkan berempat. Syukurnya, semua keluarga tak ada yang positif hasil swabnya. Saat diisolasi, komunikasi dengan keluarga melalui video call,”katanya. Setelah dua minggu dirawat di  RSHHB, sementara menunggu hasil evaluasi, Nafizah sempat pindah tempat perawatan ke RS Daha Sejahtera. “Di RSDS itu perawatan setelah 10 hari setelah dua minggu di RSHHB karena pasien sempat full. Sementara menunggu hasil evaluasi boleh pindah tempat perawatan,”jelasnya. Kini, Nafizah sudah dinyatakan sembuh. Untuk mereka yang masih dalam perawatan, Nafizah berpesan agar tetap semangat untuk sembuh dan senantiasa berpikir positif. “Positif thingking itu sangat penting. Harus optimistis bisa sembuh. Saya berterimakasih kepada tim medis RSHHB dan RSDS karena perawatannya sangat baik,”katanya. Diapun mengingatkan New Normal, bukan berarti bebas beraktifitas seperti masa sebelum pandemic. Tapi justru mengubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru berdasarkan protokol kesehatan. Menggunakan masker saat keluar rumah dan berada di tempat umum, kebiasaan lebih sering mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan dan menjaga jarak antar individu. Termasuk menerapkan pola makan sehat.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Kisah Dokter Internship RSHHB Sembuh dari Covid-19, Berpikir Positif Jadi Kunci Kesembuhan)

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

SPACE IKLAN

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 116
  • Page views today : 143
  • Total visitors : 504,388
  • Total page view: 1,082,082