Connect with us
Update Now

Post

Baru 5 Tahun Pensiun, Kini Darwan Ali Mantan Bupati Seruyan di Tetapkan Tersangka Korupsi Proyek Pelabuhan Oleh KPK

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 129,297 kali

Kriminal – Walaupun sudah 5 tahun lebih pensiun sebagai Kepala Daerah, namun jejak-jejak korupsi mantan Bupati Seruyan, Darwan Ali tetap terlacak KPK. Darwan Ali dijerat KPK sebagai tersangka karena diduga melakukan korupsi dalam pengadaan pembangunan Pelabuhan Laut Teluk Segintung di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng). “Dalam proses Penyidikan ini, KPK menetapkan satu orang sebagai tersangka yakni DAL (Darwan Ali) Bupati Seruyan Kalimantan Tengah periode 2003-2008 dan 2008-2013,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dalam konferensi pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019). Dalam pengadaan proyek itu, Darwan diduga memerintahkan anak buahnya melakukan penunjukan langsung pada PT Swa Karya Jaya (SKJ) untuk menggarap pelabuhan itu. Direktur PT SKJ Tju Miming Aprilyanto diduga adalah kawan dekat Darwan yang mendukungnya saat Pilkada Kabupaten Seruyan pada tahun 2003. Berikut kejanggalan proses lelang tersebut:
– Pembatasan informasi lelang dan waktu pengambilan dokumen lelang hanya 1 hari;
– Dokumen prakualifikasi dan penawaran lelang diduga dipalsukan, dan peserta lelang lain juga diduga direkayasa. Dokumen penawaran memiliki kemiripan dengan membedakan nilai penawaran hanya Rp 2-4 juta;
– Pihak PT SKJ diduga turut serta mempersiapkan beberapa dokumen palsu yang dibutuhkan tersebut; dan
– Panitia lelang juga mengabaikan ketidak lengkapan atau kekurangan persyaratan dokumen prakualifikasi PT SKJ. Dalam dokumennya, Sertifikat Badan Usaha PT SKJ sudah tidak berlaku.
Meski demikian PT SKJ tetap mendapatkan proyek itu. Atas campur tangannya, Darwan diduga menerima uang sebagai imbalan. “Pada tahun 2009, diduga DAL melalui anaknya menerima uang dengan cara beberapa kali transfer dari PT SKJ sejumlah Rp 687.500.000,” kata Febri. Pun soal proyeknya, KPK menyebut kejanggalan-kejanggalan yang terjadi menyebabkan kerugian keuangan negara. Menurut KPK, kerugian keuangan negara yang tercatat sekitar Rp 20,84 miliar. Atas perbuatannya, Darwan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.
Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 89 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

35 − = 28

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 2 
  • Visitors today : 320
  • Page views today : 361
  • Total visitors : 532,327
  • Total page view: 1,116,197