Connect with us
Update Now

Banjarmasin

Bantuan Pemda Tak Memadai, Donatur Minim Panti Asuhan di Kalsel Kesulitan Keuangan

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 106,861 kali

Ketua Forum Panti Asuhan se-Kalsel, H M Hanafi (dok, metro kalimantan)

BêBASbaru.com, BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 yang sudah menyebar ke Kalsel sejak Bulan Maret Tahun 2020 lalu memaksa masyarakat untuk meminimalkan pertemuan tatap muka dengan orang lain dan menghindari aktivitas berkumpul dengan orang banyak. Akibatnya tak hanya dirasakan pada sektor ekonomi yang terhambat, namun dampak sosial juga dirasakan luas termasuk terhadap panti-panti asuhan yang ada di Kalsel. Hal ini diungkapkan Ketua Forum Panti Asuhan se-Kalsel, H M Hanafi. Menurut Hanafi, dari kurang lebih 117 panti asuhan yang tergabung dalam Forum tersebut banyak diantaranya yang sampai saat ini mengalami kesulitan keuangan. Dijelaskan Hanafi, hal ini disebabkan karena merosot tajamnya jumlah kegiatan sosial atau undangan bagi para anak-anak panti asuhan di Kalsel khususnya selama Bulan Ramadan 1441 Hijriah lalu yang di Banjarmasin saat itu juga dilaksanakan PSBB. Dimana yang biasanya ada belasan bahkan puluhan kunjungan atau undangan untuk anak-anak panti asuhan selama Ramadan, turun drastis dan dapat dihitung dengan jari. Otomatis, jumlah donasi yang diterima pun merosot.

Kunjungi Panti Asuhan, Ini yang Dilakukan Personel KP XIII-2007 ...

Ilustrasi, salah satu panti asuhan di Banjarmasin (dok, tribunnews)

Kena imbas dari Covid-19 yang jelas selama Ramadan karena memang tidak boleh berkumpul itu berdampak. Biasanya di Ramadan banyak yang mengundang baik instansi atau perseorangan apakah pejabat. Ya tapi di Ramadan kemarin sangat terasa sepi,” kata Hanafi kepada Banjarmasinpost.co.id, Minggu (23/8/2020). Bukannya tidak bersyukur dengan bantuan yang ada, namun kata Hanafi kondisi menurunya angka donasi dari para dermawan ini memang tidak bisa ditutupi membuat banyak pengurus panti asuhan yang kesulitan memenuhi kebutuhan anak-anak asuh khususnya untuk keperluan tahun ajaran baru sekolah. Termasuk di panti asuhan yang dibinanya, Panti Asuhan Puteri Muawanah yang mengasuh sebanyak 28 anak asuh berlokasi di Jalan Pangeran, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalsel. “Yang jelas perjalanan Covid-19 sekarang ini sampai masuk tahun ajaran baru. Kami di panti yang diperlukan dana biasanya di tahun ajaran baru misal anak-anak ada yang lulus SD masuk SMP nah di saat seperti itu lagi perlu-perlunya,” papar Hanafi. Kondisi ini pula yang membuat Hanafi memimpin para pengurus panti asuhan lainnya di Kalsel menghadap ke Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel beberapa waktu lalu dan berharap bisa mencari jalan ke luar bersama. Meski menghadapi kendala, namun Hanafi mengaku masih bersyukur pemerintah kabupaten/kota melalui program kesejahteraan masyarakat (Kesra) juga sudah memberikan bantuan kepada para panti asuhan. “Masing-masing pemerintah kabupaten/kota beda-beda ada yang kepeduliannya lebih ada yang biasa biasa saja ada. Kalau di Banjarmasin alhamdulillah ada melalui Kesra bantuan makanan disalurkan untuk per tiga bulan biasanya,” kata Hanafi. Karena itu, ia berharap ada program lainnya yang dapat diupayakan Pemerintah Provinsi Kalsel agar bantuan untuk para panti asuhan se-Kalsel bisa lebih merata. Pihaknya pun menurut Hanafi juga mengimbau para pengurus panti asuhan di Kalsel untuk mencari alternatif pendanaan dengan membuat usaha sederhana agar tidak sepenuhnya bergantung pada donasi. Namun hal ini tidak bisa begitu saja dilakukan seluruh pengurus panti asuhan karena keterbatasan sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana pendukung.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul Pandemi: Covid-19, Panti Asuhan di Kalsel Kesulitan Keuangan)

Berita ini sudah dilihat 61 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 98
  • Page views today : 106
  • Total visitors : 529,137
  • Total page view: 1,112,620