Connect with us
Update Now

Balangan

Balangan Adakan Sosialisasi Penelitian Cakupan POPM Filariasis

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 462,072 kali

Rabu (30/8), Paringin Selatan lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan melakukan sosialisasi hasil penelitian cakupan POPM( Pemberian Obat Pencegahan Masal) Filariasis. Sosialisasi ini dilaksanakan di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan, yang di hadiri langsung oleh  Helena Uliata , yang merupakan Subid Filariasis dan Kecacingan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dr Nugroho dari Pusat Penelitian Kesehatan FKM UI, yang memaparkan tentang perkembangan hasil penilitan dan penelitian cakupan POPM Filariasis, sosialisasi ini di ikuti oleh para keder-kader poskesmas dan kepala poskesmas se Kabupaten Balangan. Dalam presentasinya Helana Uliata menyebutkan Kabupaten Balangan adalah salah satu yang menjadi tempat penelitian cakupan POPM Filariasis yang di lakukan oleh Kemenkes RI di 6 Provinsi dan 12 Kabupaten/kota. Filariasis atau kaki gajah biasanya orang menyebutnya adalah penyakit infeksi yang bersifat menahun, yang di sebabkan oleh cacing filaria dan di tularkan oleh nyamuk . “Gejala-gejala  jika seseorang  menderita filariasis /kaki gajah , pertama  demam berulang selama 3-5 hari, demam akan hilang jika si penderita melakukan istirahat  yang cukup, namun demam akan datang kembali jika si penderita melakukan pekerjaan yang berat. Kedua, pembangkakan kelenjar getah bening sehingga terlihat bengkak di sekitar  paha,  ketika yang tampak kemerahan , panas dan sakit. Namun tidak semua penderita filariasis/kaki gajah akan merasakan gejala-gejala tersebut,” kata Helena. Semua nyamuk dapat menularkan cacing filaria yang menyembabkan penyakit filariasis/kaki gajah, maka dari itu Helena menghimbau untuk seluruh masyarakat Balangan agar menghindari gigitan nyamuk dengan melakukan beberapa cara yaitu, menggunakan kelambu saat tidur, atau menggunakan obat anti nyamuk , menutupi ventelasi  rumah dengan kawat kassa dan hal yang paling penting adalah masyarakat harus meminum obat POPM Filariasis yang di berikan oleh kader-kader poskesmas, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Hasil penelitian cakupan POPM yang di lakukan oleh pusat penelitian kesehatan FKM UI yang dipimpin oleh Nugroho, menghasilkan data yang cukup positif, karena Kabupaten Balangan mampu mencampai cakupan sebesar 68% dan itu melebihi cakupan minimum POPM Filariasis yang di tetapkan oleh meraka yaitu sebesar 65%. Ini adalah pertanda bagus untuk Kabupaten Balangan, karena masyarakat telah mengetahui tentang berbahayanya  jika terkena cacing filaria yang menyebabkan Filariasis atau kaki gajah. “Namun saya menyayangkan dari 80% penerima POPM, hanya 68% yang mau meminum obat pencegahan tersebut.  Dari penelitian yang kami lakukan,  kenapa meraka tidak mau meminum obat pencegahan tersebut karena mereka takut akan efek bawaan dari obat tersebut,” ungkap Nugroho.  Dalam penjelasannya, efek bawaan tersebut adalah tanda  bahwa obat itu berkerja di dalam tubuh kita, kami meanjurkan kepada seluruh masyarakat untuk meminum obat POPM yang di berikan oleh kader-kader poskesmas agar di minum saat ingin tidur malam, agar  efek bawaan tersebut tidak begitu  terasa saat kita beraktifitas kembali. Saya berharap, semoga Kabupaten Balangan mampu mempertahankan  dan meningkatkan prestasi yang telah di capai, karena Kemenkes RI ingin Indonesia bersih dari filariasis pada tahun 2020 mendatang.

FASI Balangan

FASI( Festival Anak Sholeh Indonesia) yang ke 10 (sepuluh)  terasa istemewa karena dilaksanakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Yang diikuti sekitar 3.700 anak atau peserta, yang berasal dari 22 kontingen dari 22 Provinsi di seluruh Indonesia, diantaranya Maluku, Sumatera Utara, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Yogjakarta, Jawa Timur, Nusa Tengga Barat, Sulawesi Tenggara dan empat Provinsi asal di Kalimantan, yakni, Kalsel, Kalbar, Kalteng, Kaltim. Acara ini makin meriah, karena di buka langsung Orang Nomor Satu di Republik ini, yaitu Presiden RI Joko Widodo. FASI memiliki tujuan, dimana ingin membangun karakter bangsa dan nilai agama sejak usia dini. Anak – anak dari usia, SD,SMP, bisa mengikuti untuk membentuk karakter sehingga fondasi agama besic atau dasar kuat. Baru kalau pondasi dasarnya sudah kuat maka ilmu lain akan mudah mengikutinya, kata jokowi panggilan akrabnya. FASI ini juga di hadiri oleh kepala- kepala daerah di seluruh provinsi kalimantan selatan, tidak ketinggalan juga Bupati Balangan Drs H Ansharuddin Msi, Orang Nomor satu di Banua Sanggam  yang juga tak mau ketinggalan dalam acara pembukaan  FASI ini, beliau berharap  Kalimantan Selatan dapat menjadi juara umum lagi, selain hadir, Bupati Balangan juga menyertakan anak-anak dari Balangan sebagai peserta dari Kalsel. “Hal itu tidak menutup kemungkinan karena Kalimantan Selatan adalah tuan rumah FASI pada  tahun ini. Pada tahun sebelumnya Kalimantan Selatan berhasil menjadi juara Umum saat FASI ini di laksanakan di Bandung, Jawa Barat. Strategi untuk mempertahankan juara umum ini tentunya sudah dipersiapkan sangat matang dan waktu yang cukup panjang secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi bagi latihan pesertanya,” kata H Fahrurazi, saat melepas kafilah Kalsel di gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Selasa lalu. ê

Berita ini sudah dilihat 105 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.