Connect with us
Update Now

Uncategorized

Balada Politik Muhidin, PBR-Independen & 2X Dipecat PAN

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 420,699 kali

Politik – Muhidin yang sempat ‘hampir’ jadi Gubernur Kalsel pada Pilkada Tahun 2015 silam kembali bikin berita, ga tanggung-tanggung se Indonesia terkaget-kaget dengan keberaniannya yang berbeda jalan dengan DPP PAN, terkait dukungan Capres-Cawapres. PAN pun bereaksi keras, yakni langsung memecat Ketua DPW Kalimantan Selatan Muhidin karena tak mengikuti kebijakan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Muhidin menegaskan masih kader PAN, tapi tetap mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin. “Saya tetap, walaupun dipecat, saya tetap di Jokowi,” ungkap Muhidin saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (12/12/2018). Sekjen PAN Eddy Soeparno menegaskan pihaknya memutuskan memecat Muhidin karena tak setia dengan garis keputusan partai. Rencananya Eddy akan datang ke Kalsel untuk merombak kepengurusan DPW setempat. Muhidin masih tak mempercayai soal kabar pemecatannya karena merasa tak mendapat surat resmi. Soal Eddy yang akan datang ke Kalsel, menurutnya, itu dilakukan untuk mendengarkan alasan darinya soal pilihan mendukung Jokowi. “Suratnya nggak ada. Memang (Eddy) akan ke Kalsel. Artinya, mendengarkan penjelasan kita. Tapi, kalau memang itu (pemecatan) adalah tindakan DPP, nggak masalah,” jelas Muhidin. Meski dipecat PAN, ia mengaku tak akan berpindah ke partai lain. Muhidin menegaskan ingin membesarkan PAN di Kalsel. “Saya tetap saja komit membesarkan PAN karena kita ingin memutihkan Kalsel,” tegasnya. Seperti diketahui, Muhidin mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-Ma’ruf pada Minggu (9/12) lalu. Deklarasi itu berbuntut panjang. PAN mencopot Muhidin dari posisi Ketua DPW PAN Kalsel. Hari ini, pasca-pencopotan, PAN pun menentukan nasib Muhidin di partai. “DPP telah melakukan tindakan tegas dengan memberhentikan Ketua DPW Kalsel,” ujar Sekjen PAN Eddy Soeparno dalam keterangan tertulis, Rabu (12/12).

Hampir saja jadi Gubernur Kalsel, tapi malah melempem di MK (dok, google.com)


Muhidin sendiri diketahui memang suka loncat partai, sebelumnya dia pada Pemilu 2009 merupakan Ketua DPW Partai Bintang Reformasi (PBR) Kalsel. Saat mencalonkan diri sebagai Walikota Banjarmasin 2010, Muhidin keluar dari PBR lalu tak lama kemudian dia banting stir dan menjadi Ketua DPD PAN Kalsel, yang sempat diprotes keras kader-kader PAN, karena dianggap melanggar AD ART PAN, terlebih Muhidin tiba-tiba saja tanpa pangkaderan maju sebagai Ketua PAN Kalsel. Tak lama, Muhidin secara mengejutkan malah mundur sebagai Ketua PAN dan maju dari jalur independen sebagai Cagub Kalsel 2015. Hampir saja menang, karena pada hitung cepat dia unggul sangat tipis dengan Sahbirin Noor, namun saat akan menggugat ke MK, Muhidin malah membatalkan gugatan tersebut, yang tentu saja membingungkan para pendukungnya. Uniknya, tak lama usai Munas PAN di Bali yang dimenangkan Zulkifli Hassan Tahun 2017 lalu, Muhidin kembali di tunjuk sebagai Ketua DPD PAN Kalsel. Kini Muhidin kembali ‘berulah’ secara mengejutkan dia mendukung pasangan 01 Jokowi-Ma’ruf, sanksi pun sudah dikeluarkan, dia kembali di pecat sebagai Ketua DPD PAN Kalsel. Muhidin tetap pede dengan mengatakan, tanpa dia PAN akan kembali ‘nyungsep’ di Kalsel dan dia tak khawatir di copot sebagai Ketua DPD PAN Kalsel.
Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 100 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip