Connect with us
Update Now

Headline

Bagian 3: Ternyata Rezim Ini ‘Bahimat’ Redam Massa Aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 128,540 kali

Para buruh saat lakukan demontrasi tolak RUU Cilaka (dok, BBC.com)

BêBASbaru.com, INVESTIGASI – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga turun tangan. Melalui surat, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Nizam, mengimbau perguruan tinggi menggencarkan pendidikan jarak jauh dan meminta mahasiswa tak menggelar aksi.

Kemendikbud juga meminta para dosen tak memprovokasi mahasiswa melakukan demonstrasi. Kampus diminta melakukan kajian intelektual untuk diserahkan kepada pemerintah dan DPR secara santun.

Padahal, sejak Februari lalu, telah banyak aspirasi disampaikan para dosen dan guru besar terkait omnibus law. Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada misalnya, sebelumnya telah mengirim kertas kebijakan (policy paper) kepada pemerintah dan DPR.

Feri Amsari mengatakan cara-cara pemerintah ini sudah menjadi tabiat berulang seperti saat revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi. Feri tak memungkiri langkah pemerintah ini akan berdampak pada aksi. “Tapi saya pikir harus disadari serangan pasti ada. Tinggal sejauh mana sikap publik untuk bertahan,” kata Feri.

Ketua Forum Buruh Lintas Pabrik (FBLP) Jumisih mengatakan cara pemerintah yang kian represif justru akan memicu perlawanan lebih besar. Ia mengatakan tuntutan masyarakat adalah agar Presiden segera menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perpu) untuk membatalkan UU Cipta Kerja.

“Pemerintah tidak bisa serta merta menyampaikan kalau tidak setuju dengan UU Cipta Kerja ya judicial review saja. Itu menunjukkan seolah-olah ya itulah yang sebenarnya sedang direncanakan pemerintah,” kata Jumisih kepada Tempo, Ahad, 11 Oktober 2020.

Dalam konferensi pers Kamis malam lalu, Jumisih mengatakan buruh akan terus bersuara menolak omnibus law kendati direpresi. Menurut dia, buruh-buruh di daerah merasa tak puas dengan respons pemerintah atas aksi 8 Oktober.

“Terlepas apa pun situasinya tidak membuat teman-teman berhenti meskipun ada situasi represif,” ujar Jumisih.

Hal senada disampaikan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). “Narasi perjuangan penolakan akan terus kami gaungkan sampai UU Cipta Kerja dicabut,” ujar Koordinator Aliansi BEM SI Remy Hastian.

Sumber: tempo.co dan berbagai sumber (dengan judul: Upaya Meredam Massa Aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja)

Berita ini sudah dilihat 84 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 252
  • Page views today : 282
  • Total visitors : 532,259
  • Total page view: 1,116,118