Connect with us
Update Now

Dunia

Arab Saudi Makin Liberal, Izinkan Turis Asing Non-Mahram Menginap Sekamar di Hotel

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 123,742 kali

Pangeran MBS lepas tutup kepala khas nya (ghutrah) dan bertemu CEO Facebook Mark Zuckerberg (dok, Indonesialantern.com)


Dunia – Sebagai kiblat bagi seluruh umat muslim di dunia, Arab Saudi terkenal sangat ketat dalam mengawasi perilaku semua pengunjung (Wisatawan) yang ingin berkunjung ke negeri ini. Namun, semenjak Pangeran Muhamad Bin Salman (MBS) dijadikan Putera Mahkota, kebijakan-kebijakan yang dianggap tabu pun mulai dilonggarkan MBS. Selain membolehkan wanita menyetir mobil sendiri dan membolehkan adanya bioskop di negeri ini, kali ini MBS kembali bikin geger terutama di kalangan konservatif. Kerajaan Arab Saudi pada Minggu (7/10) kemarin menyatakan bakal membolehkan wisatawan asing yang berbeda jenis kelamin dan belum menikah tinggal sekamar di penginapan yang mereka sewa. Hal ini mereka lakukan sebagai tindak lanjut dari keputusan mulai memberikan visa untuk keperluan wisata. “Hal itu tidak lagi diperlukan untuk turis asing,” demikian isi pernyataan Badan Wisata Arab Saudi, seperti dikutip dari AFP, Senin (7/10). Di masa lalu, pasangan berbeda kelamin yang datang ke Saudi dan ingin menginap dalam satu kamar terlebih dulu harus membuktikan mereka pasangan suami istri melalui buku nikah. Jika tidak bisa, maka mereka harus bermukim sementara secara terpisah. Sedangkan bagi perempuan Saudi yang bepergian seorang diri tetap bisa memesan kamar hotel, hanya saja harus menunjukkan dokumen identitas. Pemerintah Arab Saudi menyatakan memberikan visa turis sejak 27 September lalu. Mereka berharap hal ini bisa menjadi sumber pendapatan baru selain industri minyak bumi dan izin ibadah umrah atau haji. Selama ini Saudi hanya menerbitkan visa untuk berhaji, pekerja asing, atau rombongan atlet yang mengikuti kompetisi olahraga. Hal ini adalah bagian dari Visi 2030 yang dicanangkan Putra Mahkota Pangeran Muhammad bin Salman, supaya mempersiapkan Saudi jika produksi minyak bumi terus menurun. Pemerintah Saudi memutuskan untuk memberikan visa secara elektronik atau saat kedatangan kepada warga dari 49 negara. Antara lain Amerika Serikat, Australia dan sejumlah negara-negara di Eropa. Meski begitu, langkah Pangeran Muhammad diperdebatkan oleh kelompok konservatif. Mereka khawatir jika Saudi menjadi negara terbuka untuk wisata maka akan berdampak langsung, yakni membiarkan para pelancong mengenakan pakaian yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam yang dianut selama ini.
Sumber: CNNIndonesia.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 26 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

49 + = 56

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 230
  • Page views today : 273
  • Total visitors : 531,817
  • Total page view: 1,115,628