Connect with us
Update Now

Post

Apa Arti Angka Bagi 14 Partai Politik..???

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 235,029 kali

14 Partai Politik nasional sudah memiliki nomor urut untuk berlaga sebagai peserta Pemilu 2019, memperebutkan kursi legislatif mulai dari DPR RI, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota se Indonesia, yang bakal di helat Tanggal 17 April 2019 yang akan datang, berbarengan dengan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI. PBB dan PKPI lagi-lagi mengulang seperti Tahun 2014 lalu, yakni tak lolos verifikasi faktual dan adiministrasi, tak patah arang, mereka melakukan gugatan..KPU pun enteng berujar, kalau gugatan diterima Bawaslu, maka Nomor Urut 15 dan 16 sudah disiapkan untuk kedua parpol ini. Ada 4 parpol baru yang diterima sebagai peserta, dengan Ambang Batas 4%, sudah pasti pertarungan akan sangat sengit untuk lolos ke Senayan….!!!   

—————————————————————————————————————————

 

Harapan Sekjend Partai Demokrat, Hinca Panjaitan XIII agar parpolnya dapat nomor cantik gagal. Karena PD mendapatkan nomor buncit, yakni Nomor 14, karena nomor yang didamba, yakni 9 milik Partai Perindo. Yang kaget tentu saja Partai Hanura, yang mendapatkan nomor urut 13 yang identik dengan nomor sial. Tapi bagi Ketum Hanura, Oesman Sapta Odang, Nomor 13 tetap baik dan tidak masalah bagi parpolnya. padahal dulu pada Pemilu Tahun 2014, Hanura mendapatkan angka cantik, yakni Nomor 1. Yang untung adalah PKS, nomro urut mereka sama dengan Pemilu Tahun 2009 lalu, lucu nya stok bendera mereka pun masih banyak tersimpan. “Kami akan menggunakan logistik Pemilu Tahun 2009, karena nomor nya sama,” kata Presiden PKS, Sahibul Imam. Uniknya, walaupun sudah diberikan nomor untuk semua parpol, tapi KPU Pusat belum membolehkan semua parpol melakukan kampanye, dengan alasan UU belum membolehkan. Menurut Ketua KPU RI, Arief Budiman, jangan salahkan mereka, kalau melarang semua parpol berkampanye saat ini, sebab produk UU yang dhasilkan legislator senayan lah yang membuat aturan seperti itu. “Sesuai UU, setelah penetapan Daftar Caleg Sementara (DCS) menjadi Daftar Caleg Tetap (DCT), nah saat itulah boleh melakukan kampanye atau sosialisasi secara terbuka untuk semua parpol,” tegasArief.  Sesuai jadwal yang sudah dirilis KPU RI, kampanye serentak bersama dengan Capres dan Cawapres, akan dilaksanakan pada 23 September 2018 yang akan datang. Pemilu Tangal 17 April 2019 memang berbeda dengan Pemilu 9 April 2014 silam, di mana waktu kampanye dilakukan lebih dari setahun, terhitung sejak semua parpol mendapatkan nomor urut. Masa sosialisasi yang sangat lama, sangat menguntungkan parpol-parpol lama dan juga baru namun dari sekian parpol baru, hanya Partai Nasdem yang mampu melewati ambang batas 3,5% ke Senayan. Sedangkan yang lain tak mampu termasuk parpol lama, yakni PBB dan PKPI (Ironisnya keduanya kini malah gagal berlaga di Pemilu 2019). Saat ini, ada 4 parpol baru yang ikut berlaga, yakni PSI, Partai Berkarya, Partai Garuda dan Perindo, ditambah 10 parpol lama, total 14 parpol. Saat ini, ada 3 parpol (PBB, PKPI dan Partai Idaman) yang menggugat ke Bawaslu agar lolos sebagai peserta Pemilu. KPU RI pun tenang-tenang saja, kalau menang kata mereka, nomor urut 15, 16 dan 17 akan disiapkan. Kalau sebaliknya, maka 14 parpol inilah yang berebut 560 kursi di Senayan, plus Senator (DPD) dan ribuan kursi legislatif di DPRD Propinsi, Kabupaten/Kota.

 

Survey PDIP, Golkar Dan Gerindra Masih 3 Besar! PAN, PPP, Nasdem & Hanura Bisa Gagal Lolos Ke Senayan… 

 

Dari beberapa lembaga survey yang sudah melakukan pemetaan terkait kontestan Pemilu, PDIP ternyata masih tetap bertengger di tangga nomor 1 yang bakal di pilih rakyat. Sedangkan posisi Nomor 2, kejar-kejaran antara Gerindra dan Golkar, setelahnya Demokrat dan PKB serta PKS setia menguntit di urutan  4, 5 dan 6 besar. Ironisnya, PAN, PPP, Nasdem dan Hanura diprediksi bisa gagal melangkah ke Senayan, termasuk parpol-parpol yang baru nanti. Naiknya ambang batas parlemen dari 3,5% menjadi 4%, akan jadi momok bagi parpol-parpol ini. “Kalau tak ada ketokohan yang kuat ataupun isu populer yang bisa di jual ke rakyat, maka bisa jadi 4 parpol lama ini akan tereleminasi dari Senayan. Sedangkan PKS masih akan tertolong, karena pemilih militan mereka kemungkinan bisa bertambah jelang pencoblosan kelak,” ungkap Denny JA, pengamat politik sekaligus bos LSI ini. Sedangkan PKB dan Demokrat menurut Deny, sulit beranjak dari posisi 4 dan 5, paling naik sedikit dari hasil survey tersebut. “Khusus Demokrat, kalau Agus Harimurti Yudhoyono bisa digandeng jadi Cawapres entah itu Jokowi atau Prabowo, ada kemungkinan akan melonjak ke angka di atas 10%, namun tetap tak mampu mengejar Golkar dan Gerindra, apalagi PDIP, karena Demokrat tak punya tokoh baru sekaliber SBY kala Nyapres 2004 dan 2009,” ungkap Deny. PDIP dengan jargon Wong Cilik tambah Denny, masih sangat kuat pengaruhnya, ditambah figur Presiden Jokowi yang notebene produk PDIP asli yang kini sedang memegang tampuk kekuasaan. Sedangkan Gerindra, tertolong figur Prabowo Subianto yang masih ‘ngotot’ ingin maju sebagai Capres. Golkar sama seperti PDIP, memiliki pemilih tradisional yang tetap setia dan sulit berubah. “Inilah kelebihan PDIP dan Golkar, pemilih tradisional mereka sangat fanatik, sebenarnya PPP juga punya, sayangnya konflik internal plus kekuatan PKB dan PKS yang sama berbasis Islam cukup signifikan, menyebabkan suara pemilih PPP berpindah dan lama-lama jadi parpol gurem. Sedangkan Nasdem dan Hanura sulit naik, karena suara mereka hanyalah ‘pelarian’ dari pemilih 5 parpol di atas tadi, apalagi tak ada isu yang bisa mereka jual untuk menarik simpati pemilih,” jelas Deny kembali.

 

Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019

Nama Partai Peserta Pemilu 2019 Nomor Urut Parpol & Hasil Survey
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Nomor : 1 (Hasil Survey : 4%)
Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Nomor : 2 (Hasil Survey : 14%)
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Nomor : 3 (Hasil Survey : 20%)
Partai Golongan Karya (Golkar) Nomor : 4 (Hasil Survey : 12%)
Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Nomor : 5 (Hasil Survey : 3%)
Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) Nomor : 6 (Hasil Survey : 0,3%)
Partai Berkarya Nomor : 7 (Hasil Survey : 0,5%)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nomor : 8 (Hasil Survey : 3,5%)
Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Nomor : 9 (Hasil Survey : 2%)
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nomor : 10 (Hasil Survey : 1,8%)
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nomor : 11 (Hasil Survey : 0,8%)
Partai Amanat Nasional (PAN) Nomor : 12 (Hasil Survey : 2,5%)
Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Nomor : 13 (Hasil Survey : 1,5%)
Partai Demokrat Nomor : 14 (Hasil Survey : 6%)

Catatan: Ambang Batas parlemen 4%, daftar pemilih tetap pada Pemilu 2019, sekitar 160 Juta Pemilih. Diperkirakan, tingkat Golput dan suara rusak sekitar 35% lebih dari total jumlah pemilih.

 

Jadwal Pemilu 2019

  1. Pendaftaran Calon Anggota DPD RI : 28 Maret 2018
  2. Pengumunan Calon Tetap DPD RI : 23 September 2018
  3. Pengajuan DCS Anggota DPR, DPRD : 4 Juli – 17 Juli 2018
  4. Pengumuman DCT Anggota DPR, DPRD : 23 September 2018
  5. Pendaftaran Capres-Cawapres : 4 Agustus – 10 Agustus 2018
  6. Penetapan Capres-Cawapres : 20 September 2018
  7. Penetapan Nomor Urut Capres-Cawapres : 21 September 2018
  8. Kampanye serentak : 23 September 2018 – 13 April 2019
  9. Masa Tenang : 14 April 2019 – 16 April 2019
  10. Pencoblosan : 17 April 2019

 

 

Berita ini sudah dilihat 106 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 89
  • Page views today : 96
  • Total visitors : 546,117
  • Total page view: 1,131,341