Connect with us
Update Now

Tabalong

Anggota Banggar DPRD Tabalong Keluhkan RKA Diserahkan SKPD Beberapa Saat Sebelum Pembahasan

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 101,642 kali

Tabalong – Ternyata bukan hanya Anggota DPRD DKI Jakarta yang mengeluhkan Rencana Kerja Anggaran (RKA) yang diserahkan justru saat pembahasan. Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Tabalong pun mempunyai problem yang sama. Salah seorang Anggota Badan Anggaran DPRD Tabalong yang baru duduk diperiode ini di dewan menuturkan, dia kaget setelah RKA APBD T-A 2020 yang dia terima justru menjelang pembahasan, bukan jauh-jauh hari. “Sebagai orang baru di Banggar, tentu saja saya dan kawan-kawan yang baru lainnya, tak punya banyak waktu mempelajari semua item anggaran yang terdapat di RKA tersebut. Karena begitu mau rapat pembahasan, RKA justru diserahkan saat itu juga,” ungkap Anggota Dewan yang minta jati dirinya tak dipublikasikan ini. Akibatnya, lanjut dia, bisa saja banyak item-item yang terlewat dan bisa jadi bukan prioritas yang masuk. Terlebih kalau sudah menyangkut kegiatan proyek ataupun kegiatan lainnya yang bersentuhan dengan pembangunan fisik dan lainnya. Beberapa SKPD yang dikonfirmasi terkesan takut-takut memberikan statemen, dengan alasan bukan kewenangan mereka memberikan komentar. Tim BeBASbaru.com kemudian meminta konfirmasi ke mantan Wakil Ketua DPRD Tabalong, yang juga dua periode terlibat langsung pembahasan Anggaran di Banggar DPRD Tabalong, H Masruddin, terkait RKA yang selalu datang pada saat pembahasan. “Ini sudah menjadi tradisi sejak lama, saat kami tanyakan, mereka (SKPD) selalu beralasan banyak yang tertinggal, belum lagi Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) yang kadang mencoret berbagai program yang sudah mereka susun,” kata pria yang akrab di sapa MRD. Jadi prosesnya begini, lanjut MRD. SKPD menyusun anggaran mereka, tapi begitu sampai di Bappeda , kadang justru bongkar pasang. “Saya juga tak paham, kenapa soal bongkar pasang anggaran ini tak pernah berubah sejak jaman Rahman Ramsy dan berlanjut ke jaman Anang Syakhfiani. Yang lucu, begitu sampai di pembahasan di Banggar, mereka (SKPD) kadang memelas minta tambahan anggaran…lhaa kenapa harus ke dewan kan…ini lucu. Harusnya dewan sudah masak menerima dan lalu dibahas dan dikritisi bersama-sama, ingat UU sekarang Dewan tak boleh mendrop (menghilangkan) Anggaran SKPD,” ungkap MRD. MRD kembali blak-blakan menuturkan, bisa jadi bongkar pasangnya anggaran di Bappeda, karena banyaknya titipan-titipan yang belum masuk. “Ga usah saya sebut siapa tukang titip anggaran tersebut, publik paham saja kok,” kata MRD kembali berteka-teki sambil tertawa.

Berita ini sudah dilihat 20 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

64 − 59 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 130
  • Page views today : 153
  • Total visitors : 528,331
  • Total page view: 1,111,746