Connect with us
Update Now

Investigasi

Aneh…! Skandal Jiwasraya Target Sri Muliani-Erick Thohir Bagian 3 : SBY Teringat Kasus Bank Century

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 414,925 kali

INVESTIGASI – SBY mengaku teringat akan peristiwa politik yang terjadi sepuluh tahun yang lalu. Pasca Pemilu 2009 yakni isu “bail-out” Bank Century. “Berbulan-bulan politik kita tidak stabil. Namun, apa yang ingin saya katakan? Sama seperti sekarang ini, nampaknya ada yang dibidik dan hendak dijatuhkan. Saya sangat tahu bahwa yang harus jatuh adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan juga mantan Gubernur BI, Wakil Presiden Boediono. Jika bisa, SBY juga diseret dan dilengserkan. Memang cukup seram,” jelasnya. Kasus Century itu gegap gempita karenanya Pansus dibentuk, hak angket digunakan oleh DPR RI. “Namun saya tetap tenang. Saya juga tak takut dengan dibentuknya Pansus. Bahkan tak pernah menghalanginya. Padahal koalisi pendukung pemerintah cukup kuat waktu itu. Jumlah anggota DPR RI dari Partai Demokrat juga sangat besar, 148 orang. Mengapa saya tak takut dengan Pansus Bank Century?” katanya. “Saya memegang fakta dan kebenaran mengapa dilakukan “bail-out” pada Bank Century. Ada alasan yang sangat kuat mengapa para otoritas keuangan mengambil keputusan yang berani tetapi berisiko tinggi. Dengan “judgement” mereka, yang memiliki kewenangan yang diberikan oleh undang-undang, pilihan dan keputusan harus diambil. Sejarah menunjukkan bahwa setelah itu Indonesia selamat dari krisis,” sambung SBY. SBY melanjutkan dalam kasus Century, ia yakin jika Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Boediono tak punya niat buruk terkait Century. Tujuannya adalah agar ekonomi Indonesia selamat dari krisis. “Itu juga yang saya lakukan dan ikhtiarkan siang dan malam sebagai Presiden. Alhamdulillah, ekonomi kita selamat. Tidak jatuh seperti di tahun 1998 dulu. Saya yakin pula kedua pejabat itu (SMI & Boediono) tak melakukan korupsi. Meskipun untuk “bail-out” Bank Century itu tak perlu meminta izin saya sebagai Presiden, tetapi keduanya diberikan wewenang oleh undang-undang untuk mengambil keputusan. Jadi, yang mereka lakukan sah dan kuat secara hukum,” jelasnya. Ia mengharapkan Indonesia menjalankan politik yang berkeadaban. Tidak main tuduh, main fitnah dan “character assassination”. Selama 10 tahun saya mengemban amanah dulu, tak pernah henti saya menerima tuduhan, fitnah dan juga pembunuhan karakter. Sebagai manusia saya, dan juga almarhumah Ani Yudhoyono, sangat merasakan betapa menderita dan tidak adilnya perlakuan sebagian kalangan itu. Karenanya, saya menyeru janganlah cara-cara buruk itu terus kita jalankan di negeri ini. Tak perlu presiden-presiden setelah saya harus mengalami nasib yang sama. Pintu gerbang untuk mencegah krisis keuangan yang lebih besar,” bebernya. Gagasan untuk membentuk Pansus di DPR RI, kata SBY, nampaknya juga mengalami hambatan dan bahkan seolah “ditutup” jalannya. Padahal, banyak pihak meyakini bahwa dengan digunakannya hak angket oleh DPR RI, penyelidikan dapat dilakukan secara menyeluruh kepada siapapun.
Sumber: merdeka.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 84 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 18
  • Page views today : 19
  • Total visitors : 553,727
  • Total page view: 1,140,192