Connect with us
Update Now

Uncategorized

Amerika Ingin Rampok Emas Hitam Di Iran Bagian II : Tak Pernah Hidup Damai, Warga Irak Demo Tolak Penjajahan AS dan Iran

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 453,288 kali

Dunia – Ketika Saddam Husien masih berkuasa, lalu terjadi konflik Irak-Iran selama 8 tahun, Amerika Serikat memihak ke Saddam Husein. Saddam yang beraliran Islam Suni dan berperang dengan Iran yang dikuasai Islam Syia’ah. Padahal di dalam negerinya sendiri, pengikut Syia’ah juga hampir berimbang dengan pengikut Sunni. Selama Saddam berkuasa, pengikut Syia’ah di Irak selalu di intimidasi dan akhirnya mereka tentu saja minta perlindungan ke Iran, inilah salah satu factor Saddam Husien berperang dengan Iran yang saat itu masih dipegang penuh oleh Imam besar Iran, Ayatollah Khomeni. Lama-lama Saddam dan Khoemani sadar, mereka diadu domba AS, padahal sama-sama Islam hanya berbeda mahzab, yakni Sunni dan Syiah. AS meradang, mereka pun marah dengan Saddam, ketika Saddam menyerbu Kuwait Tahun 1990, Presiden AS saat itu George Bush akhirnya ada alasan serang Irak, sempat damai saat Bush kalah di Pemilu melawan Bill Clinton, anaknya George Walker Bush ternyata lanjutkan gaya balas dendam bapaknya, saat berkuasa menggantikan Bill Clinton. Negeri Saddam di obrak abrik AS dengan alasan yang dibuat-buat, yakni dituding memiliki senjata pemusnah massal yang justru tak terbukti sampai kini, bekerja sama dengan rakyat Irak yang sudah lama diintimidasi Saddam. Konon dalam hal ini, ada kerjasama antara Iran dan AS, benar tidaknya wallahualam. Bagaimana kondisi saat ini? Apakah Irak makin baik setelah Saddam Husein berhasil disingkirkan? Jawabnya tidak! Irak malah makin runyam dan hancur-hancuran, perang saudara mengancam, kelompok ISIS merajalela dan rakyat makin sengsara, di sisi lain SDA mereka (ladang minyak) dirampok habis-habisan sampai kini. Saat ini, rakyat Irak sadar mereka telah dimanfaatkan dan jadi korban, setiap hari terjadi unjuk rasa diberbagai kota di Irak.

Sepeninggal Saddam Husien, Irak tak pernah damai sampai kini (dok, merdeka)

Para demonstran memenuhi jalan-jalan di beberapa kota di Irak pada Ahad (05/01/2020) lalu. Mereka meneriakkan slogan “Tidak untuk Penjajahan Amerika dan Iran”. Tuntutan itu disampaikan menyusul memuncaknya ketegangan AS dan Iran di negara mereka. AS membunuh Jendral Iran Qassem Soleimani dalam serangan udara di Baghdad. Teheran memiliki pengaruh besar di aliansi milisi Syiah Al-Hasd Al-Syakbi. Sementara Amerika Serikat mengerahkan tentara ke pangkalan militer Irak, dan memiliki pengaruh dengan beberapa pasukan khusus Irak yang dilatihnya. Demonstrasi berlangsung ketika parlemen Irak dalam siding darurat pada Ahad meminta diakhirinya kehadiran pasukan asing di negaranya. Para anggota dewan menyetujui keputusan memaksa pemerintah Irak mempertahankan kedaulatan dengan membatalkan permintaan bantuan asing. AS menempatkan sebanyak 5.200 tentara di Irak. Misi ribuan tentara itu memerangi Organisasi Daulah Islamiyah (ISIS) di bawah payung koalisi internasional yang dipimpin oleh Amerika Serikat sejak akhir tahun 2014. Kehadiran pasukan asing itu atas permintaan pemerintah Irak. Para demonstran menolak intervensi Amerika dan Iran. Massa meneriakkan slogan-slogan tersebut di jalan-jalan Nasiriyah, Diwaniyah, Kut dan Amara, di selatan ibukota Baghdad. Di Diwaniyah, salah satu demonstran mengatakan, “Kami akan berdiri melawan pendudukan Amerika dan Iran.” Para demonstran memegang spanduk bertuliskan “Kedamaian untuk Tanah Damai, Diciptakan untuk Perdamaian Namun Tidak Pernah Melihat Kedamaian”. Sementara itu helikopter tentara Irak berputar-putar di atas massa. Irak telah lama berupaya menghindari terlibat dalam perang proksi antara Teheran dan Washington. Tetapi setelah pembunuhan Soleimani dan Wakil Ketua Milisi Al-Hasd Al-Syakbi, Abu Mahdi Al-Muhandis, Irak menemukan diri mereka terjebak di tengah-tengah perang yang mungkin meledak setiap saat. Di Nasiriyah, bentrokan terjadi antara pengunjuk rasa yang menolak untuk ikut bergabung dengan massa yang berkumpul mengikut pemakaman simbolis Soleimani dan Al-Muhandis ke Jalan Al-Haboubi di pusat kota. Akibatnya, tiga pengunjuk rasa terkena tembakan dari para pelayat, menurut keterangan sumber medis. “Kami menolak terjadinya pertempuran di tanah Irak dan menciptakan krisis demi krisis. Kami memperingatkan jangan sapai tuntutan kami diabaikan dengan alasan apa pun,” kata salah satu pengunjuk rasa, Raad Ismail yang merupakan mahasiswa kepada AFP. Di Karbala, massa mahasiswa berdemonstrasi mengecam campur tangan eksternal dan melanggar kedaulatan Irak. Mereka menuntut Irak dikeluarkan dari medan pertempuran regional. “Hari ini kami mengumumkan kecaman dan penolakan total kami atas campur tangan Amerika dan operasi pemboman yang terjadi di Irak,” kata Ahmed Jawad Kadhim, salah satu demonstran, kepada AFP. “Kami juga menolak Irak menjadi arena konflik regional Iran dan Amerika, jadi siapa pun yang jadi korban akibat konflik ini adalah warga negara Irak,” tambahnya. Dalam dua bulan terakhir, serangan terhadap kepentingan Amerika di Irak telah meningkat. Serangan itu mengarah pada penargetan pangkalan militer di Kirkuk, utara Baghdad, dengan 30 roket pada 27 Desember, menewaskan seorang kontraktor Amerika. Serangan juga menyasar kedutaan besar Amerika di Zona Hijau yang belum pernah terjadi sebelumnya. Anggota milisi Al-Hasd Al-Syakbi mengepungnya selama beberapa jam. Masih di Karbala, demontran mahasiswa lainnya Ali Hussein menyatakan keprihatinannya tentang eskalasi yang terjadi. Terutama dalam kekosongan setelah pengunduran diri pemerintah Adel Abdul Mahdi, dan pembagian parlemen mengenai pencalonan seorang kandidat baru atau pengaturan tanggal untuk pemilihan parlemen awal yang diminta oleh jalan. “Kami mengutuk peristiwa yang terjadi di Irak dengan menyerang kedaulatannya dengan menyerang markas pasukan keamanan dan orang banyak, serta mengutuk serangan yang terjadi di dekat bandara Baghdad,” kata pria muda itu. “Ini mengungkapkan tidak adanya negara Irak,” pungkasnya.
Sumber: AFP, kiblat.net dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 108 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis