Connect with us
Update Now

Dunia

Alasan Takut Kuburannya Dikeramatkan Pengikutnya, Jasad Pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi Dibuang ke Laut, Di duga Al Baghdadi Adalah Agen Yahudi!

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 129,424 kali

Dunia – Setelah dilakukan otopsi yang prosesnya juga tak diketahui bagaimana caranya, Militer Amerika Serikat (AS) membuang jenazah pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Abu Bakr al-Baghdadi, ke laut. Jenazah Baghdadi dilaporkan sempat menjalani tradisi pemakaman sesuai ajaran Islam sebelum dibuang. Seperti dilansir Reuters, Selasa (29/10/2019), Baghdadi dipastikan tewas setelah meledakkan diri usai terpojok oleh pasukan elite AS di sebuah terowongan bawah tanah dalam operasi di Suriah. Presiden AS Donald Trump dalam pernyataannya memastikan jasad Baghdadi termutilasi usai meledakkan diri. Sejumlah pejabat AS yang enggan disebut namanya, yang dikutip Reuters, tidak mengungkapkan secara jelas lokasi ‘pemakaman’ Baghdadi tersebut dan berapa lama prosesi itu berlangsung. Dua pejabat AS hanya menyatakan keyakinannya bahwa jenazah Baghdadi dibawa ke lautan dengan sebuah pesawat. Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mark Milley, menuturkan dalam konferensi pers di Pentagon bahwa militer AS membuang jenazah Baghdadi dengan sepatutnya. “Dengan sepatutnya, sesuai dengan standar operasional prosedur kami dan sesuai dengan aturan hukum konflik bersenjata,” tegas Jenderal Milley. Merujuk pada kondisi mengerikan saat Baghdadi tewas, kecil kemungkinan bahwa militer AS menjalankan prosesi yang sama seperti yang dilakukan terhadap jenazah pemimpin Al-Qaeda, Osama bin Laden, yang tewas di tangan Navy SEALs tahun 2011 di Pakistan. Menurut pemerintah AS, Bin Laden tewas dengan luka tembak di kepala. Jenazah Bin Laden dibawa dengan pesawat ke kapal militer AS, USS Carl Vinson. Jenazah Bin Laden dimandikan sebelum dibungkus dengan kain putih dan doa-doa untuk jenazah sesuai ajaran Islam dibacakan atas jenazahnya. Prosesi ‘pemakaman’ Bin Laden di laut memicu reaksi beragam. Seorang imam terkemuka menyebut AS telah melanggar tradisi Islam dengan tidak memakamkan Bin Laden di daratan. Langkah memakamkan Bin Laden di laut itu dipandang sebagai upaya AS untuk mencegah tempat peristirahatan terakhirnya dijadikan ‘tempat suci’ bagi para ekstremis pengikutnya. Saat itu di AS, beberapa pihak bertanya-tanya mengapa pria yang bertanggung jawab atas kematian nyaris 3 ribu orang dalam tragedi 11 September 2001, diperlakukan terhormat seperti itu. Soal tempat ‘pemakaman’ Baghdadi, Milley tidak menyebut secara detail. Dia hanya mengungkapkan bahwa sebelum dibuang ke laut, jenazah Baghdadi dibawa ke sebuah fasilitas khusus untuk mengonfirmasi identitasnya melalui tes DNA forensik. “Itu telah dilakukan dan sudah selesai,” tandas Milley.

Foto yang di duga Al Baghdadi yang disinyalir agen Mosad Israel (dok, Berita Islam)

Agen Mossad

Sebelum Al-Baghdadi tewas diketahui rupanya pemimpin ISIS ini merupakan agen Mossad. Hal ini dibongkar oleh mantan pekerja US National Security Agency (NSA) yang bernama Edward Snowden. Dilansir Intisari.ID, Edward Snowden menyebut bahwa pemimpin ISIS ini rupanya adalah seorang agen Mossad yang berdarah Yahudi. Diketahui nama asli Al Baghdadi ini adalah Emir Daash alias Simon Elliot alias Elliot Shimon. Simon rupanya dilatih dan direkrut oleh Mossad untuk memata-matai serta melancarkan perang urat-saraf dengan masyarakat Arab dan muslim. Snowden juga mengungkapkan bahwa Al-Baghdadi sejatinya bekerja sama dengan intelejen Amerika Serikat, Inggris serta Mossad. Misi utamanya sendiri adalah menciptakan sebuah organisasi yang mampu menarik ekstrimis seluruh dunia. Sebagai penguat bahwa pemimpin ISIS ini adalah agen Mossad, media Iran juga mengugkapkan bahwa Al-Baghdadi adalah sorang agen yang sangat terlatih. Ia juga memiliki nama lain yaitu Ibrahin ibn Ibrahim Al Badri Arradoui Hoseini. Demi memuluskan aksinya ini, Al-Baghdadi direkayasa terlibat dalam gerakan militer dengan menciptakan kelompok-kelompok ekstrimis di negara yang dianggap sebagai ancaman oleh Israel. Beberapa negara tersebut adalah Irak, Sudan, Mesir, Tunisia, Suriah, dll. Jika mengacu pada penuturan yang diungkapkan oleh Snowden, maka itulah kira-kira proses awal pembentukan ekstrimis macam ISIS. “Badan intelijen AS, Inggris, Israel, menciptakan organisasi teroris yang bisa menghimpun ekstrimis di seluruh dunia yang diistilahkan dengan ‘the hornet’s nest’,” papar Snowden seperti dilaporkan Global Research. Dengan beragam teror yang disebarkan oleh kelompok ekstrimis ini, nantinya Israel akan selalu datang sebagai pahlawan yang menghancurkan ISIS. Skenario inilah yang rupanya digunakan untuk memuluskan langkah zionis dalam membangun Israel Raya di seantero Timur Tengah dengan pemimpin ISIS yang rupanya adalah agen Mossad ini sebagai aktor utamanya.
Sumber: detik.com, suar.grid.id dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 64 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 3 = 4

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 2 
  • Visitors today : 336
  • Page views today : 379
  • Total visitors : 532,343
  • Total page view: 1,116,215