Connect with us
Update Now

Uncategorized

Alasan Jangan Sampai Terjerumus, NasDem Tetap Tolak Gerindra Gabung Pemerintah Jokowi

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 131,508 kali

Politik – Dinginnya hubungan Ketum PDIP Megawati dan Ketum NasDem, Surya Paloh kini makin terkuak penyebabnya. Yakni NasDem seakan ingin menguasai Jokowi dengan menolak keinginan Jokowi untuk merangkul semua parpol masuk dalam koalisi besarnya. Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago mengatakan, partainya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Joko Widodo apakah bersedia menerima Partai Gerindra bergabung dengan pemerintah. Namun, Irma juga mengingatkan bahwa harus ada pihak oposisi yang memberikan kritik dan masukan terhadap kebijakan pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin nanti. “Enggak boleh partai pemerintah dibiarkan begitu saja karena itu menjerumuskan. Kami enggak mau Presiden terjerumus,” kata Irma dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (12/9/1019). Irma mengatakan, meskipun mayoritas partai di DPR sudah mendukung Jokowi-Ma’ruf, namun harus ada pihak yang menjadi kontrol atas jalannya pemerintahan. Menurut dia, Partai Nasdem sendiri akan menjadi kontrol dari dalam koalisi. “Kami akan tetap jadi kontrol internal namanya, yaitu menjadi mitra pemerintah yang kritis, lakukan kritik yang solutif dan elegan, kalau enggak maka sama saja menjerumuskan pemerintah dong,” kata dia. Irma mengingatkan, jika Jokowi dan seluruh parpol di DPR justru saling bersekongkol untuk melakukan keburukan, maka efeknya bisa fatal. Bahkan hal itu bisa menimbulkan parlemen jalanan. “Kalau seluruh parpol masuk dalam pemerintah, yang jadi check and balance siapa? Maka yang jadi check and balance dilakukan rakyat, seperti yang dilakukan mahasiswa kemarin. Nanti mahasiswa dan masyarakat jadi oposisi bagi pemrtintah, itu berbahaya,” ucapnya. Sebelumnya, pada Jumat (11/10/2019) sore kemarin, Presiden Jokowi bertemu Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Jokowi mengakui ia dan Prabowo membicarakan masalah koalisi dengan Jokowi. Namun pembicaraan itu belum final. “Tapi kami tadi sudah berbicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk ke koalisi kita,” kata Jokowi. Sementara Prabowo menegaskan siap membantu pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin apabila diperlukan. Prabowo menekankan bahwa Partai Gerindra selalu mengutamakan kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan bangsa dan negara. Meskipun berbeda pandangan politik dan pernah terlibat rivalitas pada pesta demokrasi, Prabowo meyakinkan bahwa hal itu bukanlah penghalang. “Saya sampaikan ke beliau, kalaupun kami diperlukan (di pemerintahan), kami siap membantu,” ujar Prabowo. Baca berikutnya
Sumber: Kompas.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 38 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

36 + = 45

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 271
  • Page views today : 302
  • Total visitors : 532,696
  • Total page view: 1,116,610