Connect with us
Update Now

Sahibar Banua

Alam Terus Mengamuk, Barabai Makin Waspada, Sungai Meluap Pohon Tumbang Hingga Longsor

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 439,770 kali

SAHIBAR BANUA – Pengrusakan alam secara membabi buta, melalui pertambangan dan pembukaan lahan sawit, dengan membabat hutan lindung, kini menuai hasilnya, alam mulai ‘mengamuk’ dan mengakibakan berbagai bencana alam. Hujan yang mengguyur sejak Kamis hingga Jumat pagi (31/1) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), ternyata tidak hanya membuat air sungai meluap. Tapi, juga menumbangkan pohon, tanah longsor, menghanyutkan raba hingga menabrak jembatan. Pohon jambu berdiameter 30 senti, berdahan dan daun yang rimbun itu tak kuasa menahan derasnya hujan dan terpaan angin. Pohon itu tumbang pada Kamis (30/1) sore, menimpa gedung SDN 2 Rangas, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS). “Pukul 15.30 wita pohon itu tumbang. Beruntung, kegiatan belajar mengajar sudah selesai, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya merusak sebagian bangunan kelas 1 dan terasnya saja dan sudah dibereskan,” beber Kepala Sekolah SDN 2 Rangas, H Rusdiansyah. Sementara di malam harinya. Tanah di salah satu tebing bagian kanan jalan menuju Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, bergeser akibat hujan yang mengguyur. Longsor pun terjadi. Menutup ruas jalan sepanjang 15 meter. Menurut informasi Babinsa Patikalain, Serda Sanu, kejadian tersebut cukup menyulitkan masyarakat setempat. Baik masyarakat yang hendak beraktivitas ke kebun maupun anak-anak yang ingin pergi ke sekolah di pagi harinya. “Alhamdulillah, sudah teratasi berkat gotong-royong bersama masyarakat. Sekarang, jalan sudah dapat dilalui dengan baik dan aktivitas warga tidak terganggu lagi,” ungkapnya. Sementara itu. Pada Jumat (31/1) yang dingin. Dari pantauan Radar Banjarmasin, debit air Sungai Barabai meninggi sejak pagi. Di beberapa kawasan, luapan air sungai pun tampak. Sebagai contoh, di Desa Jaranih, Kecamatan Pandawan. Sebagian ruas jalan tampak tergenang. Tingginya, melebihi mata kaki. “Sudah dari hari Kamis pak. Kalau hujan kembali turun, bisa semakin meluap,” tutur Ipit, seorang warga Desa Jaranih RT 4. Bergeser ke desa tetangganya, yakni Desa Masiraan, debit air yang meninggi disertai arusnya yang deras, menghanyutkan potongan-potongan kayu dan bambu (raba, red). Kemudian, menghantam sebuah jembatan gantung. Peristiwa terjadi tepat pada pukul 11.00 wita. Tak ayal, jembatan gantung yang menjadi salah satu akses warga desa, itu tampak miring. Lantai-lantai kayu jembatan tampak terangkat dan mengeluarkan bunyi berderak. Kondisi yang dipandang cukup mengkhawatirkan apabila tidak cepat ditangani. Kepala Desa Masiraan, Syamsuddin, mengkhawatirkan, jembatan bakal putus apabila dibiarkan. Apabila raba yang menghantam tidak lekas dibersihkan. “Kalau sampai putus, raba bakal kembali hanyut dan menghantam jembatan gantung yang lainnya lagi,” ucapnya. Jembatan gantung lainnya yang dimaksud, hanya berjarak beberapa meter dari lokasi jembatan yang dihantam raba. Syamsuddin, menambahkan bila raba sampai hanyut ke jembatan sebelahnya itu dan mengakibatkan kerusakan, maka warga yang tinggal di seberang sungai bakal terisolasi. “Ini sudah kedua kalinya raba menghantam jembatan. Jalan memutar, ada. Tapi lumayan jauh dan cukup memakan waktu,” ungkap Syamsuddin. Terpisah. Ketika dikonfirmasi, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten HST, Budi Haryanto, mengatakan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan petugas untuk menangani raba yang menghantam jembatan gantung di Desa Masiraan. “Petugas sudah meluncur ke lokasi,” ucapnya. Selain di Desa Masiraan, tumpukan raba juga terlihat di kawasan Desa Bukat, Kecamatan Barabai, kemarin (31/1). Petugas BPBD, jajaran TNI, beserta warga bahu membahu membersihkan tumpukan raba dari sungai, agar tidak hanyut ke tempat lain. Meski beberapa kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD Kabupaten HST, terus mengingatkan agar masyarakat di Bumi Murakata (sebutan untuk Kabupaten HST yang berarti Rakat Mufakat Seiya Sekata, red), untuk tetap waspada, dan meningkatkan kesiapsiagaan. “Kami juga akan terus memantau daerah-daerah yang rawan terpapar bencana,” tambah Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten HST, Budi Haryanto. Perlu diketahui. Terhitung sejak tanggal 7 Januari sampai hingga tanggal 7 bulan April mendatang, Pemerintah Kabupaten HST, melalui BPBD beserta instansi terkait, sudah menyiapkan posko siaga bencana. Dan menetapkan status menjadi siaga. Dari bencana banjir, bencana tanah longsor dan angin puting beliung. “Kami juga mengharapkan semua elemen masyarakat untuk saling membantu dan menginformasikan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan,” tuntas Budi Haryanto.
Sumber: kalsel.prokal.co dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 105 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA