Connect with us
Update Now

Dunia

Akibat Salah Sasaran Militer Iran Nembak Pesawat Komersial, 5 Negara Tuntut Iran Bayar Kompensasi Atas Jatuhnya Pesawat Ukraina

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 413,492 kali

Dunia – Pemerintah lima negara yang warganya menjadi korban pesawat jatuh di Iran menuntut agar Iran bertanggung jawab penuh dan membayar kompensasi kepada keluarga korban. Setelah pertemuan di London, para Menteri Luar Negeri (Menlu) dari Kanada, Inggris, Afghanistan, Swedia dan Ukraina mendesak Iran untuk mengizinkan “penyelidikan internasional yang menyeluruh, independen dan transparan,” serta penyelidikan pidana dan “proses pengadilan” yang tidak memihak terhadap mereka yang bertanggung jawab menjatuhkan pesawat. Pesawat milik Ukraine International Airlines itu jatuh setelah tak sengaja ditembak militer Iran. Seluruh penumpang dan awak kabin yang berjumlah 176 orang tewas. Pesawat tersebut jatuh beberapa jam setelah Iran menyerang dua pangkalan pasukan AS di Irak sebagai balasan atas pembunuhan Jenderal Qassim Sulaimani. Para korban termasuk 57 warga negara Kanada serta 11 warga Ukraina, 17 orang dari Swedia, empat warga Afghanistan dan empat warga negara Inggris, serta warga Iran. “Kami di sini untuk mengejar penutupan, pertanggungjawaban, transparansi dan keadilan (untuk para korban),” kata Menlu Kanada, Francois-Philippe Champagne setelah menggelar pertemuan dengan empat Menlu, dikutip dari ABC News, Jumat (17/1). Sebelum pertemuan di Komisi Tinggi Kanada, para menteri dari lima negara menyalakan lilin untuk mengenang penumpang yang meninggal dan anggota kru. Francois-Philippe Champagne mengatakan pengakuan dan permohonan maaf Iran karena tak sengaja menembak pesawat tersebut adalah langkah awal yang baik dan menyebut Iran bertanggung jawab. “Dari pengakuan itu jelas mengalir konsekuensi,” katanya, termasuk perlunya membayar ganti rugi. Sesuai dengan norma-norma internasional, Iran telah mengundang Ukraina, Kanada, Amerika Serikat dan Prancis untuk mengambil bagian dalam penyelidikan kecelakaan. Boeing 737 dibuat di AS dan mesinnya dirakit oleh konsorsium AS-Prancis. Tetapi tidak jelas apakah Iran akan membagikan semua detail penting atau memberikan akses penuh kepada para ahli negara. Kanada – yang tidak memiliki kedutaan besar di Iran – telah menuntut status resmi dalam penyelidikan.
Sumber: merdeka.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 72 kali

Continue Reading
Advertisement
Klik untuk berkomentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 106
  • Page views today : 117
  • Total visitors : 553,674
  • Total page view: 1,140,126