Connect with us
Update Now

Dunia

Akibat Banyak Rakyatnya Tak Patuh, Positif Corona Pakistan Kembali Melonjak, 5.000 Kasus Sehari

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 116,559 kali

Warga Pakistan saat di tanya tentara di masa Lockdown (dok, anadolu agency)

BêBASbaru.com, ISLAMABAD – Pakistan kembali mencatat lonjakan pasien terinfeksi virus corona, dalam sehari ada 5.000 kasus baru. WHO mendesak pemerintah Pakistan untuk memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) untuk membendung lonjakan yang lebih besar. Secara keseluruhan hingga saat ini Pakistan mencatat 119.536 kasus, 2.356 kematian dan 38.391 pasien sembuh. Hingga saat ini tingkat pengujian virus corona dalam sehari di Pakistan telah mencapai 25 ribu. Namun WHO mengatakan jumlah tersebut harus bisa ditingkatkan hingga dua kali lipat. Mengutip Associated Press, Perdana Menteri Imran Khan menuai kecaman dari rival politiknya dan kalangan profesional karena melonggarkan lockdown di tengah lonjakan kasus corona. Khan juga dikecam lantaran tidak ada kemajuan dalam melacak pandemi Covid-19. Dalam sebuah konferensi pers yang ditayangkan televisi, Khan menegur warga Pakistan karena tidak mematuhi aturan untuk mengenakan masker dan menjaga jarak. Ia berdalih melonggarkan lockdown karena perekonomian tidak bisa bertahan. Sementara warga miskin di Pakistan akan menjadi pihak yang paling terpukul jika pemerintah memberlakukan lockdown total. Sejauh ini Pakistan dinilai lambat dalam mengendalikan para pemimpin agama radikal. Di awal penyebaran corona, mereka tetap diizinkan mengundang misionaris Islam dari seluruh dunia untuk menghadiri pertemuan massal pada pertengahan Maret lalu. Pertemuan tersebut disinyalir menjadi salah satu pusat penyebaran infeksi virus corona sampai ke jalur Gaza. Tak hanya itu, selama Ramadan lalu pemerintahan Khan juga menolak untuk menutup masjid dan tidak mengurangi pengurangan aktivitas jelang Idulfitri. Sejak saat itu, jumlah kasus corona terus mengalami peningkatan. Pekerja medis mengaku kewalahan dengan kondisi saat ini. Ditambah sistem kesehatan yang dinilai kurang memadai lantaran hanya ada 3.000 tempat tidur di ruang gawat darurat (ICU) untuk menangani pasien terinfeksi virus corona. (ans/evn)

Sumber: cnn Indonesia.com dan berbagai sumber

Berita ini sudah dilihat 98 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 1 
  • Visitors today : 49
  • Page views today : 51
  • Total visitors : 530,828
  • Total page view: 1,114,509