Connect with us
Update Now

Kriminal

Akan disidang, Kejari Tabalong Tahan 5 Oknum Sipir Diduga Pelaku Pengeroyokan

Diterbitkan

pada

Berita ini sudah dilihat 101,148 kali

5 Sipir di tahan Kejari Tabalong, karena akan segera di sidang terkait pengeroyokan warga binaan (dok, tribunnews.com)

BêBASbaru.com, KRIMINAL – Proses hukum dugaan pengeroyokan terhadap napi Lapas Tanjung, HM Gunawan (40) yang diduga melibatkan 5 oknum sipir, memasuki babak baru. Setelah ditangani penyidik Satreskrim Polres Tabalong, Kalimantan Selatan, kasus ini kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabalong, Senin (31/8/2020). Isteri dan kuasa hukum korban datang langsung ke kantor Kejari Tabalong, memantau proses pelimpahan tahap dua ini. Dengan telah dilimpahkannya kasus ini ke pihak kejaksaan, maka kini proses selanjutnya tinggal menunggu pelimpahan ke Pengadilan Negeri Tanjung untuk menjalani proses persidangan. Pihak kejaksaan melakukan penahanan terhadap 5 oknum sipir yang ketika di kepolisian tidak ada dilakukan penahanan. Kapolres Tabalong AKBP M Muchdori, melalui Kasubbaghumas AKP H Ibnu Subroto, membenarkan, perkembangan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum sipir Lapas Tanjung sudah tahap kedua dan  berkas penyidikan dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejari Tabalong. “Alhamdulillah Polres Tabalong melalui Satuan Reskrim bisa menyelesaikan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan 5 orang oknum sipir Lapas Tanjung, hingga dinyatakan lengkap oleh Kejari Tabalong,” katanya. Sementara itu, pihak korban melalui kuasa hukumnya, Kusman Hadi, mengapresiasi tindakan kepolisian yang telah memberitahukan akan dilaksanakan proses pelimpahan ke kejaksaan. “Kami selalu mengawal perkara ini, untuk mencari keadilan. Karena ini 170 (pasal pengeroyokan), kami  memohon untuk ditahan,” katanya. Ini karena saat proses masih berada di kepolisian, para tersangka yang merupakan oknum sipir, tidak ada dilakukan penahanan. Permohonan disampaikan secara lisan dan juga disertai surat tertulis yang ditujukan ke Kajari Tabalong dan juga akan ditembuskan ke Pengadilan Negeri Tanjung. Namun meski akhirnya permintaan dikabulkan, ternyata pihak korban masih tidak puas terkait tempat para oknum sipir menjalani penahanan. Dikarenakan, kelima oknum sipir yang bekerja di Lapas Tanjung, ditahan di Lapas Tanjung juga. Alasan yang didapat, overkapasitas di rutan. Untuk itulah pihak korban akan mempertanyakan lagi dengan membuat surat, terkait perlakuan yang dikenakan terhadap para oknum sipir yang jadi tersangka. Terpisah, Kasipidum Kejari Tabalong, Saefullahnur, Selasa (1/9/2020), membenarkan telah melakukan penahanan terhadap oknum sipir yang jadi tersangka dugaan kasus pengeroyokan. “Karena ini sudah mau persidangan, karena kami anggap sudah lengkap, kami segera lakukan penahanan untuk nantinya segera dilimpahkan ke persidangan,” jelasnya. Diakuinya dari pihak korban memang ada mempertanyakan terkait penahanan dilakukan di Lapas Tanjung. Dan pihaknya telah memberi penjelasan kepada pihak korban terkait alasan yang menjadi dasar pertimbangan. Dijelaskan Kasipidum, selama ini karena di kejaksaan tidak memiliki tempat tahanan yang representatif, maka biasanya dititip ke rutan, polsek, polres dan lapas. Namun adanya pandemi membuat ada beberapa aturan yang berubah dan juga karena kondisi Rutan Tanjung dan rutan polres yang overload, akhirnya para tersangka dititipkan di lapas yang masih memungkinkan menerima tahanan. “Jadi secara SOP sudah dilakukan dengan benar, ada berita serah terima tahanan, perintah penahanan,” katanya.

Sumber: banjarmasinpost.co.id dan berbagai sumber (dengan judul: Kejari Tabalong Tahan 5 Oknum Sipir Diduga Pelaku Pengeroyokan)

Berita ini sudah dilihat 101 kali

Download Tabloid Bebasbaru

Berita Olahraga

SPACE IKLAN

Selebritis

DUNIA

Gaya Hidup

Arsip

Statistik Pengunjung

  • Users online: 0 
  • Visitors today : 58
  • Page views today : 64
  • Total visitors : 528,259
  • Total page view: 1,111,657