Home / Dunia / Lockdown India Kacau Balau Bagian III : Jutaan Warga India Terdampak, Pekerjaan Jadi Makin Sulit
Belum seminggu, banyak warga India sudah kehabisan duit dan terpaksa jalan kaki untuk pulang kampung (dok, tribun)

Lockdown India Kacau Balau Bagian III : Jutaan Warga India Terdampak, Pekerjaan Jadi Makin Sulit

BêBASbaru, INDIA – Akhilesh Yadav, mantan gubernur Uttar Pradesh, mengakui tantangan-tantangan ini besar dan “tiada seorang pun dalam pemerintahan manapun yang pernah menghadapinya”. “Semua pemerintah perlu beraksi secepat mungkin karena situasinya berubah setiap hari. Kita perlu mengaktifkan dapur-dapur umum dan mengantarkan makanan ke orang-orang yang memerlukannya. Kita perlu membagikan uang tunai atau beras dan gandum, terlepas dari siapa berasal dari negara bagian mana,” paparnya. Ali Hasan tidak punya uang untuk membeli makanan setelah toko tempatnya bekerja tutup. Secara khusus Yadav khawatir terhadap negara bagiannya, yang penduduknya paling banyak di India, diperkirakan sekitar 220 juta jiwa. “Kita harus menghentikan orang bepergian dari satu kota ke kota lainnya untuk menghindari penularan komunitas. Dan salah satu caranya adalah menjamin keamanan pangan. Orang-orang kembali ke kampung halaman mereka dalam situasi krisis,” tambahnya. Gubernur Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, mengatakan sekelompok petugas menelusuri mereka yang tiba dari negara bagian lain dan semua orang yang memerlukan bantuan akan disokong pemerintahnya. Perusahaan Kereta Api India telah menghentikan semua layanan penumpang sampai 31 Maret. Namun, beberapa hari sebelum penghentian layanan dimulai paad 23 Maret, ratusan ribu pekerja migran bepergian hingga memadati kereta dari kota-kota yang terdampak wabah, seperti Delhi, Mumbai, dan Ahmedabad ke desa-desa mereka di Negara Bagian Uttar Pradesh dan Bihar.

Rakyat miskin India dikhawatirkan akan saling bunuh karena berebut makanan (dok, CNBC Indonesia)
Peristiwa itu meningkatkan risiko penularan ke masyarakat setempat dan para pakar khawatir India akan menghadapi tantangan berat dalam dua pekan mendatang. Akan tetapi, tidak semua orang mampu bepergian ke kampung halaman. Kishan Lal, yang bekerja sebagai tukang becak di Kota Allahabad, mengatakan dirinya tidak punya uang selama empat hari terakhir. “Saya harus mendapatkan uang agar keluarga saya bisa makan. Saya mendengar pemerintah akan memberi kami uang walau saya tidak tahu kapan dan bagaimana caranya,” kata Lal. Temannya, Ali Hasan, yang bekerja sebagai pembersih di sebuah toko, mengaku sudah kehabisan uang untuk membeli makanan. “Toko sudah tutup dua hari lalu dan saya belum diupah. Saya tidak tahu kapan toko buka. Saya sangat cemas. Saya punya keluarga, bagaimana saya bisa memberi makan mereka?” tanyanya. Jutaan warga India juga bekerja sebagai pedagang kaki lima. Mohammed Sabir, penjual minuman yoghurt di Delhi, telah memperkerjakan dua orang baru-baru ini guna mengantisipasi penjualan pada musim panas. “Sekarang saya tidak bisa membayar mereka, saya tidak punya uang. Keluarga saya menghasilkan uang dari bertani di desa. Namun panen mereka rusak tahun ini gara-gara badai, jadi mereka mengharapkan saya untuk bisa membantu. “Saya merasa sangat tidak berdaya. Saya takut kelaparan bisa membunuh banyak orang terlebih dulu sebelum virus corona,” katanya. Mohammed Sabir tidak bisa mengupah karyawan-karyawannya. Semua monumen telah ditutup di India dan hal itu berdampak terhadap mereka yang bertumpu pada sektor wisata. Tejpal Kashyap, yang bekerja sebagai fotografer di Gerbang India di Delhi, mengatakan dirinya tidak pernah menyaksikan kemerosotan begitu dahsyat di sektor wisata. “Dua pekan terakhir teramat parah, walau belum ada lockdown. Turis amat jarang. Sekarang bahkan saya tidak bisa pulang ke kampung halaman dan tidak bisa bekerja. Saya terjebak di Delhi dan selalu risau pada keluarga saya di desa di Uttar Pradesh,” ungkapnya. Joginder Chaudhary, seorang pengemudi taksi bagi para karyawan sebuah maskapai di Delhi, mengatakan pemerintah harus memberikan “bantuan kepada orang seperti saya”. “Saya paham pentingnya lockdown. Virus corona berbahaya dan kita perlu melindungi diri. Namun saya terus berpikir bagaimana saya bisa menopang keluarga jika lockdown berlangsung berminggu-minggu,” tuturnya. Beberapa orang bahkan belum mendengar soal virus corona. Fotografer Tejpal Kashyap mengatakan bisnis berjalan buruk selama beberapa pekan terakhir. Seorang penyemir sepatu yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan dirinya “menyemir sepatu orang di stasiun kereta di Allahabad selama bertahun-tahun, tapi tiada orang yang muncul sekarang. Dia mengaku tidak tahu mengapa orang-orang tidak lagi bepergian. “Saya tidak tahu apa yang terjadi. Tidak banyak orang datang ke stasiun akhir-akhir ini. Saya tahu ada pembatasan bepergian, tapi saya tidak tahu mengapa itu diterapkan,” katanya. Vinod Prajapati, penjual air kemasan di kawasan yang sama, memotong percakapan kami. “Saya tahu semuanya soal virus corona. Virus itu sangat berbahaya, seluruh dunia sedang kepayahan. Sebagian besar orang yang mampu sekarang tinggal di rumah. Tapi untuk orang-orang seperti kami, pilihannya adalah keamanan dan kelaparan. Mana yang harus kami pilih?” tanyanya.
Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Lockdown Di Buka, 1 Tukang Cukur AS Tularkan Corona ke 91 Orang

BêBASbaru.com, MISSOURI – Seorang penata rambut AS yang terinfeksi virus corona menularkan virus ke 91 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *