Home / Uncategorized / Himbauan Jokowi Hanya ‘Macan Ompong’, Leasing dan Bank Tetap Tagih Cicilan Kredit
Rakyat kecele lagi, bank dan leashing tetap tagih cicilan kredit sampai kini (dok, tribun)

Himbauan Jokowi Hanya ‘Macan Ompong’, Leasing dan Bank Tetap Tagih Cicilan Kredit

BêBASbaru, INVESTIGASI – Awalnya Ibu Marma (47), warga Tanjung, Tabalong, Kasel senang mendengar adanya himbauan Presiden Jokowi agar semua bank dan leasing menunda penagihan kepada rakyat selama 1 tahun, akibat makin mengganasnya virus korona. Tapi kesenangannya itu hanya ilusi alias mimpi, begitu masuk tanggal 20 Maret ke atas, teleponnya berdering, yakni pemberitahuan kalau kredit rumah nya di Bank BTN sudah hampir jatuh tempo dan diminta segera dibayar. “Jengkel saya, yang mana yang benar, presiden bikin himbauan tapi realisasinya nol,” sungut ibu ini, yang mengaku cicilaan rumahnya masih tersisa 2,5 tahun lagi, dengan cicilan Rp1,6 juta/sebulan. Hal yang sama juga dikatakan Nidu (45), warga Tanta yang ajukan kredit KUR di Bank Kalsel, dia mengaku masih tetap di tagih cicilannyaa setiap bulan.”Bohong saja, tagihan tetap jalan,” katanya jengkel. Sejak kebijakan penangguhan pembayaran kredit kendaraan karena terdampak Virus Corona diumumkan Presiden Joko Widodo, pada awal pekan ini. Para pengemudi transportasi daring atau driver online berbondong-bondong mengajukan fasilitas itu ke pihak perusahaan pembiayaan atau leasing. Namun di lapangan, kenyataan pahit harus ditelan para driver online. Sebab, mayoritas leasing atau perusahaan pembiayaan kendaraan di Indonesia mengumumkan tidak ada kebijakan tersebut. Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Wiwit Sudarsono mengungkapkan, cicilan kendaraan para anggotanya bulan ini harus tetap dibayarkan secara penuh. Sebab, para leasing mengaku belum mendapatkan pengumuman resmi stimulus ekonomi yang diinstruksikan Jokowi melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) itu. “Akibat ketidaktegasan OJK dalam mengeluarkan regulasi. Hampir semua finance atau leasing mengabaikan imbauan presiden (soal penundaan pembayaran cicilan kendaraan ojek dan taksi),” ujar Wiwit ketika berbincang, Jumat (27/3/2020). OJK melalui POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease. Sejatinya, telah meminta leasing untuk melakukan relaksasi kredit bagi debiturnya yang terdampak Corona. Wiwit mengatakan, aturan itu pun tidak kuat dan tegas. Karena pada akhirnya OJK memberikan kewenangan sepenuhnya pada leasing untuk menentukan kebijakannya sendiri. Lebih lanjut dia menyampaikan, sejak pandemi Corona meluas di Indonesia akhir bulan lalu, penghasilan para driver online terjun bebas. Apalagi, sejak kebijakan pembatasan sosial atau social distancing diberlakukan pemerintah. Karena itu menurutnya, perlu ada kebijakan yang tegas dari OJK atau pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. “Kami tidak memiliki solusi lain, selain relaksasi kredit yang dijanjikan oleh pemerintah kepada para driver ojol (ojek online) dan taksol (taksi online),” ungkapnya.
Sumber: wartaekonomi.com dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Pernah Jaya Saat Jaman Turki Ustmaniyah Lalu Mesjid Banyak Berubah Jadi Gereja, Kini Berkat Mantan Pesepakbola, Warga Seville Bakal Punya Masjid Setelah 700 Tahun

BêBASbaru.com, SEPAKBOLA – Mantan pesepak bola dari klub Sevilla FC, Frederic Kanoute membantu penggalangan dana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *