Home / Lensa / Fanatik Penyebab Penyakit Jiwa
Mengidolai seseorang sah-sah saja,tapi jangan fanatik berlebihan, ilustrasi fans Prilly Latuconsina nangis ketemu sang idola saking senengnya (dok, tribun)

Fanatik Penyebab Penyakit Jiwa

LENSA – “Cintailah orang yang kamu cintai sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau benci. Dan, bencilah orang yang kau benci sewajarnya, boleh jadi pada suatu hari kelak ia akan menjadi orang yang engkau cintai.” HR. Muslim (II/37 an-Nawawi) dan lainnya dari Hadits Tamim ad-dari radhiyallahu ‘anhu. Dalam hadist di atas dapat kita simpulkan bahwa Rasulullah melarang kita mencintai atau membenci sesuatu secara berlebihan. Karena apa? Karena berlebihan itu tidak sesuai porsi. Semua yang tidak sesuai porsi akan mendatangkan mudharat. Kita ibaratkan sebuah sungai yang penuh sampah. Saat hujan, debit air sungai akan bertambah, namun tempatnya berkurang karena sampah yang berlebihan. Apa yang terjadi? Tentu saja air sungai tersebut akan meluap dan menyebabkan banjir, yang mana banjir akan mendatangkan banyak kerugian daripada manfaat. Mungkin seperti itu gambaran jika kita membenci atau mencintai sesuatu secara berlebihan. Pada akhirnya, akan mendatangkan kerugian baik kecil maupun besar. Mencintai sesuatu memang wajar, namun kita harus bisa mengontrol porsi dari kadar cinta itu. Contohnya ketika kita mengidolakan suatu kaum. Entah artis, penyanyi, tokoh penting, atau yang lainnya, kita harus tahu di posisi mana kita berpijak. Kita boleh mengagumi mereka karena prestasinya, besar kontribusinya, ketampanan/kecantikannya, atau bahkan kepopulerannya, asalkan kadar kagum itu sewajarnya saja. Bisa jadi orang yang Anda kagumi tidak tahu siapa Anda. Hal itulah yang akan menyebabkan Anda merasa terluka. Jika kadar kekaguman itu terus berkembang, akan mendatangkan yang namanya kefavoritan/idola. Perilaku manusia yang mengidolakan sesuatu, ditandai dengan mengetahui segala hal yang dimiliki idolanya. Mulai dari biodata, prestasi, makanan favorit, bahkan kegiatan sehari-harinya. Apabila hal ini dibiarakan dan tidak terkontrol, akan menyebabkan sang pengidola menjadi terobsesi oleh idolanya sendiri. Obsesi/fanatik itu cenderung mengikuti apa yang dilakukan oleh idolanya. Seperti cara berpakaian, cara berperilaku, bahkan ada yang sampai merombak penampilannya agar mirip dengan sang idola. Sungguh, yang demikian itu sangat dibenci Allah.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka,” (HR Abu Dawud, hasan).
Jangan sampai kita menjadi manusia yang seperti itu. Jika memang sudah terlanjur mengidolakan, cobalah Anda tanya kepada diri Anda sendiri, apa manfaat yang bisa Anda dapat dari mengidolakan suatu kaum? Apabila tidak ada manfaat yang didapat, atau malah menjerumuskan Anda ke jalan yang dilarang Allah, maka tinggalkanlah idola tersebut. Kejadian mengidolakan sesuatu secara berlebihan dapat kita lihat pada berita beberapa hari yang lalu. Hilangkan rasa fanatik terhadap sesuatu, karena akan mendatangkan penyakit fisik, hati, ataupun mental.
Sumber: suaramuslim.com dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Inilah Rahasia Malam Lailatul Qadar Menurut Abah Guru Sekumpul

BêBASbaru.com, LENSA – Ada rahasia yang terkandung di malam lailatul qadar. Menurut Abah saya (H.AbdurRahman), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *