Home / Dunia / Benarkah Muslim Uighur Terbebas Dari Corona Bagian 2: Cina Tertutup Soal Suku Uighur Terkait Virus Corona
Suku Uighur Cina kesehariannya selalu mengenakan hijab bagi wanitanya dan laki-lakinya pake peci putih (dok, monitor)

Benarkah Muslim Uighur Terbebas Dari Corona Bagian 2: Cina Tertutup Soal Suku Uighur Terkait Virus Corona

DUNIA – Sudah kadung bocor ke seluruh dunia, dengan alasan memberikan pemahaman berbangsa dan bernegara serta tidak lagi memberontak, pemerintah Cina menangkapi jutaan warga Uighur lalu ditempatkan ke sebuah kamp tertutup. Pihak Barat menyebutnya sebagai kamp penahanan, sementara Beijing mengaku itu adalah fasilitas pendidikan vokasional atau fasilitas re-edukasi. Kekhawatiran lain disuarakan Sophie Richardson, Direktur Human Rights Watch China dalam opini berjudul, WHY ARBITRARY, SECRETIVE DETENTION OF OVER A MILLION CHINESE MUSLIMS IS LIKELY TO WORSEN CORONAVIRUS SCARE | OPINION yang dimuat situs Newsweek.com pada 7 Februari 2020. Ia menyebut, tidak ada informasi yang transparan membuat warga Uighur yang ada di negara lain nyaris putus asa untuk mengetahui kanbar keluarganya di Xinjiang. Kekhawatiran diaspora Uighur diungkap dalam artikel berjudul “Uyghur Muslims fear impact of coronavirus on populations in camps in China” yang dibuat situs calgary.ctvnews.ca pada 2 Februari 2020. “Ada kemungkinan, jika virus masuk ke dalam kamp, mereka akan terinfeksi dan meninggal dunia,” kata Dr. Fozia Alvi, pimpinan Humanity Auxilium. “Tak ada satu pun dari kami terjaga pada malam hari tanpa bertanya-tanya apa yang menimpa keluarga kami (di sana),” kata Babur Ilchi, juru bicara East Turkestan Association of Alberta. Situs berita Al Jazeera, dalam artikel berjudul Coronavirus outbreak: ‘We need facts not fear’, mewawancarai presenter China Global Television Network, Wang Guan, untuk mengetahui kondisi Tiongkok dalam merespons wabah Virus Corona (2019-nCoV). Salah satunya terkait kondisi di Xinjiang.

Tempat kamp suku Uighur, yang malah lebih mirip penjara di Cina (dok, merdeka)
Berikut cuplikan artikel yang dimuat pada 8 Februari 2020:
“In Xinjiang province, where at least one million Uighur Muslims are being held in camps, multiple cases of the coronavirus have been confirmed raising fears it could spread rapidly in the region.
“There have been very few cases in Xinjiang. Actually, Xinjiang ranks number six from the bottom in terms of the confirmed cases. There has not been a single death in Xinjiang so far. The situation is well under control over there,” Wang said.”

Dalam artikel itu disebut, di Provinsi Xinjiang, di mana setidaknya 1 juta muslim Uighur ditahan di kamp-kamp, beberapa kasus Virus Corona telah terkonfirmasi, meningkatkan kekhawatiran bahwa virus itu dapat menyebar dengan cepat di wilayah tersebut. “Ada beberapa kasus di Xinjiang. Sebenarnya, Xinjiang berada di peringkat enam terbawah dalam hal kasus (2019-nCoV) yang terkonfirmasi. Belum ada satupun kematian sejauh ini dilaporkan di Xinjiang. Situasi masih terkendali di sana.” kata Wang Guan. Pencarian menggunakan kata kunci ‘xinjiang, coronavirus’ mengarah ke artikel berjudul Man in Xinjiang donates horses to help Hubei yang dimuat Asia One pada 10 Febaruari 2020. Klaim yang menyebut ahli dunia terkejut karena tak satu pun muslim Uighur yang tertular virus Corona tak didasari bukti sahih. Hingga berita ini diturunkan, jumlah kasus terkonfirmasi di Xinjiang, menurut data JHU CSSE, berjumlah 49 orang, bukan 200 seperti dalam klaim. Tidak ada penjelasan soal etnisitas maupun keyakinan para pasien. Bertolak belakang dengan klaim, ahli dan aktivis HAM justru menyuarakan kekhawatiran mengenai nasib warga muslim Uighur yang berada dalam kamp. Pun dengan para diaspora Uighur di luar negeri yang mengkhawatirkan nasib keluarga mereka.
Sumber: Liputan6.com dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Terbanyak Ke 2 Setelah Cina, Korsel Kini Ikutan Panik nasional, Samsung Liburkan Pabrik Premium Akibat Satu Karyawannya Terangkit Corona

DUNIA – Setelah Cina, negara terbanyak endemic virus corona berdasarkan laporan adalah Korea Selatan. Kini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *