Home / Dunia / Benarkah Muslim Uighur Terbebas Dari Corona Bagian 1: Cek Fakta: Ahli Dunia Terkejut, Tak Satu pun Warga Muslim Uighur Tertular Virus Corona?
Dunia khawatir suku Uighur yang di tahan malah sengaja di kenakan virus corona lalu tewas massal (dok, berita internasional)

Benarkah Muslim Uighur Terbebas Dari Corona Bagian 1: Cek Fakta: Ahli Dunia Terkejut, Tak Satu pun Warga Muslim Uighur Tertular Virus Corona?

DUNIA – Tertutupnya Cina soal informasi virus corona membuat berbagai negara kini terpaksa ambil langkah taktis, yakni menutup semua kerjasama dengan Cina tanpa batas waktu, sampai virus corona bisa dikendalikan. Namun ada sebuah propinsi yang sukunya mayoritas muslim, yakni suku Uighur dan Cina lebih suka menyebutnya Propinsi Xinjiang yang dilaporkan malah terbebas darivirus mematikan tersebut. Akun Instagram info.indonesia mengunggah foto sejumlah perempuan mengenakan jilbab dan pria-pria yang sebagian mengenakan peci. Ada tulisan, ‘Ahli Dunia Terkejut, Tak Satupun Muslim Uighur Tertular Virus Corona’ dalam foto tersebut. “Hanny Kristianto, dari Mualaf Center Indonesia menyampaikan kabar terbaru dari Xinjiang China Kamis (6/2/2020) lalu. Katanya, informasi yang ia peroleh dari Xinjiang ini pasti mengejutkan ahli-ahli kesehatan di dunia. Katanya, tak satupun warga muslim Uyghur yang tertular virus corona. Bisa jadi hal itu disebabkan gaya hidup warga muslim Uyghur bersih dan senantiasa mencuci tangan, kaki dan wajah seperti berwudhu seperti yang dianjurkan ahli kesehatan dunia. Tim dai dari Indonesia yang berhasil masuk ke Xinjiang dan berjumpa saudara muslim Uighur, @formasi1.official dan @ayogerakbareng menyalurkan bantuan langsung ke saudara muslim Uyghur di Xinjiang. “Sampai detik ini tidak ada satu pun saudara kita Muslim Uighur di Xinjiang yang terkena virus corona, yang terkena 200 an orang semua orang Han (komunis China).” “Mari baca doa ini dengan iman..اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ.“Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra dan keburukan segala macam penyakit. (HR. Abu Dawud).”.“Dulu komunis China melarang hijab dan niqab, hari ini mereka mau tidak mau berhijab berniqab.”.

Suku Uighur di Cina benar-benar bak tahanan, semua aktivitas selalu di pantau termasuk ibadah (dok, berakingnews)
Artikel : Hajinews.id” Benarkah klaim bahwa ahli dunia terkejut karena tak satupun muslim Uighur yang tertular virus corona? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com berikut ini: Nama Hanny Kristianto dari Mualaf Center Indonesia disebut sebagai sumber kabar tersebut. Cek Fakta Liputan6.com menghubungi Steven Indra Wibowo, pengurus Yayasan Mualaf Center Indonesia untuk mendapatkan konfirmasi. “Benar, Hanny Kristianto anggota Yayasan Mualaf Center Indonesia,” kata Steven Indra Wibowo kepada Senin (10/2/2020). “Hanny ada di Indonesia, sekarang di Cibubur.” Steven mengaku, kabar bahwa umat muslim Uighur bebas dari virus corona adalah benar. “Sehat menurut Muslim Federation of China itu aman.”Alasannya, tambah dia, muslim Uighur menjaga kebersihan dengan wudhu, menggunakan cadar atau masker, dan tidak memakan binatang endemik yang jadi sumber penyakit, seperti kelelawar dan babi. “Mereka di sana masih aktivitas seperti biasa, ke masjid buka toko. Enggak kayak di Wuhan.” Cek Fakta Liputan6.com sedang mengupayakan konfirmasi langsung dari Hanny Kristianto. Pencarian dengan kata kunci ‘Muslim Federation of China’ tidak menghasilkan temuan ke situs lembaga tersebut. Sementara itu, berdasarkan data penyebaran wabah Virus Corona (2019-nCoV) yang dimuat JHU CSSE pada Senin (10/2/2020) pukul 18.00 WIB, di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang atau Xinjiang Uygur Autonomous Region (XUAR) terdapat 49 kasus nCoV yang terkonfirmasi — bukan 200 seperti dalam klaim. Sementara, baik angka kematian maupun kesembuhan dinyatakan nol. Tidak disebutkan apa latar belakang etnisitas atau agama para pasien yang terkonfirmasi 2019-nCoV. Berbeda dengan klaim yang menyebut bahwa ‘ahli dunia terkejut karena tak satu pun warga muslim Uighur tertular virus Corona’, sejumlah ilmuwan justru menyuarakan kekhawatirannya. Salah satunya Munawwar Abdulla, peraih gelar master atau MSc dari UNSW Sydney yang saat ini bekerja sebagai manajer laboratorium dan teknisi di laboratorium ilmu saraf evolusi di Universitas Harvard. Dalam artikel opini berjudul “Coronavirus: China’s Xinjiang camps are a neglected high-risk area and should be closed” yang dimuat situs www.hongkongfp.com dan artikel opini berjudul Uyghurs and the China Coronavirus yang dimuat situs The Diplomat, ia mengkhawatirkan kasus n-CoV di Xinjiang dikhawatirkan lebih tinggi dari yang dilaporkan. Menurut dia, PBB dan sejumlah sumber di Amerika Serikat menyebut, lebih dari 1 juta, bahkan mungkin mencapai 3 juta warga Uighur dan minoritas lainnya berada di kamp. Mereka tak bebas keluar masuk.
Sumber: Liputan6.com dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Virus Corona Disebut Virus Alami, Bukan Senjata Biologi

DUNIA – Cina dan juga negara di dunia lainnya masih belum sanggup temukan obat mujarab …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *