Home / Olah Raga / Liga Inggris: Arteta dan Mourinho Kecewa Berat Arsenal dan Tottenham Gagal Menang Lagi
Arteta (Arsenal) dan Mourinho (Tottenham) dua pelatih pengganti sama-sama kecewa timnya gagal menang (dok, Extra.ie)

Liga Inggris: Arteta dan Mourinho Kecewa Berat Arsenal dan Tottenham Gagal Menang Lagi

Olahraga – Mikel Arteta geregetan melihat Arsenal kembali gagal menang. Ia menilai timnya layak meraih tiga poin atas performa yang ditunjukkan lawan Sheffield United. Arteta menyaksikan Arsenal diimbangi Sheffield di Emirates Stadium, Sabtu (18/1/2020) malam WIB pada laga pekan ke-23 Liga Inggris. The Gunners yang dominan, khususnya di babak pertama, memimpin lebih dulu lewat Gabriel Martinelli. Sheffield meningkatkan intensitas dan bereaksi di paruh kedua. Sebuah sepakan voli dari John Fleck menghujam ke gawang tuan rumah. Arsenal memang cukup kesulitan meredam Sheffield di babak kedua. Nyatanya seluruh empat tembakan on target tamunya itu dicatatkan di periode ini. Arteta menyesalkan kegagalan anak asuhnya mengunci pertandingan. Apalagi ini kali kedua secara beruntun terjadi di lina. “Saya sangat kecewa hari ini. Saya rasa performa yang kami tunjukkan layak diganjar dengan tiga poin dan menurut saya kami sudah kehilangan dua poin,” ungkap mantan gelandang Arsenal ini. “Di Premier League, kalau Anda tak mengunci pertandingan maka di 10 atau 15 menit terakhir tim-tim semacam ini cuma perlu bola-bola panjang, bola kedua, sebuah set-piece, dan Anda bisa kehilangan poin. Begitu saja,” imbuhnya seperti dikutip Sky Sports. Sementara hal yang sama juga dialami Tottenham Hotspur, yang gagal menang di kandang Watford karena bola cuma beberapa milimeter tak melewati garis gawang. Jose Mourinhho pun menerima hasil imbang dengan kecewaan yang sama. Saat berduel dengan Watford di Vicarage Road, Sabtu (18/1/2020) malam WIB, Spurs bermain imbang 0-0. Dengan tambahan satu angka ini, Spurs kini ada di posisi ketujuh klasemen Liga Inggris dengan raihan 31 poin. Spurs nyaris menang dalam laga ini. Percobaan Erik Lamela meneruskan umpan Serge Aurier bisa disapu oleh pemain Watford, Ignacio Pussetto. Teknologi garis gawang menunjukkan bola sepakan Lamela masih belum sepenuhnya masuk kegawang. Ada 10,04 milimeter bagian bola yang masih menyentu garis. Saya tahu bahwa itu cuma beberapa milimeter, tapi teknologi garis gawang tak membuat kesalahan seperti VAR. Kami harus menerima bahwa itu belum gol,” kata Mourinho di BBC. Bukan kali ini saja teknologi garis gawang membuat keputusan krusial di Liga Inggris. Momen itu terjadi di saat Manchester City vs Liverpool, duel itu menjadi salah satu penentu juara Liga Inggris 2018/2019. City menang 2-1 pada awal Januari tahun lalu. Goal line technology ada jarak 11,7 milimeter yang menggagalkan Sadio Mane dari mencetak gol. Pada menit ke-18, sontekan Mane menaklukkan Ederson Moraes dan membentur tiang. John Stones lantas menyapu bola tapi malah membentur badan Ederson dan kembali ke arah gawang. Tepat saat sebelum bola melesati garis sepenuhnya, Stones kembali menyapu bola, jaraknya 11,7 milimeter dari gol.
Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Perebutan Posisi 4 Liga Inggris Sengit, Jose Mourinho Tak Cuma Lihat Chelsea di Klasemen Liga Inggris

SEPAKBOLA – Posisi empat besar Liga Inggris cukup ketat. Jose Mourinho tak mau cuma melihat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *