Home / Dunia / Dakwaan Pemakzulan Disetujui, Apakah Donald Trump Akan Bisa Dijatuhkan?
Donald Trump jengkel sekali dengan parlemen AS yang sudah makzulkan dia (dok, tarbiyah.net)

Dakwaan Pemakzulan Disetujui, Apakah Donald Trump Akan Bisa Dijatuhkan?

Dunia – Politik Amerika Serikat makin memanas, penyebabnya Partai Demokrat di parlemen Amerika Serikat (AS) menyetujui dua dakwaan pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump. Persetujuan dua dakwaan ini dilakukan melalui pemungutan suara dengan hasil yang sangat ketat, yakni 23 berbanding 17. Berdasarkan hasil pemungutan suara tersebut, parlemen menyetujui pasal-pasal pemakzulan terhadap Trump. Dalam dakwaan tersebut, Trump diduga menyalahgunakan kekuasaannya pada skandal Ukraina dan menghalangi Partai Demokrat menyelidiki Trump terkait dugaan tersebut. Apabila pemakzulan disetujui, Trump akan menjadi presiden AS ketiga yang dimakzulkan. Dalam audiensi di Kongres, Demokrat menuduh Trump telah membahayakan konstitusi AS, keamanan nasional, serta merusak integritas Pemilu 2020. Dalam sebuah panggilan telepon pada Juli lalu, Trump meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy untuk menyelidiki saingan politiknya, Joe Biden dari Partai Demokrat. “Hari ini adalah hari yang menyedihkan. Untuk ketiga kalinya dalam lebih dari satu setengah abad, Komite Kehakiman House of Representative telah menyepakati pasal-pasal pemakzulan terhadap presiden,” ujar Ketua Demokrat dari Komite Kehakiman House of Representative, Jerrrold Nadler. Jika dimakzulkan, Trump akan menjalani persidangan di Senat pada Januari 2020, bertepatan dengan kampanye pemilihan presiden. Partai Republik yang mengusung Trump menuding Demokrat memiliki tujuan untuk membalikkan kemenangan di pemilihan presiden mendatang. Sementara, Presiden Trump menyebut dakwaan pemakzulan itu adalah bohong belaka. “Pemakzulan itu adalah tipuan. Itu bohong. Menggunakan kekuatan pemakzulan untuk kasus omong kosong, ini adalah hal yang memalukan bagi negara,” ujar Trump di Gedung Putih. Trump mengatakan, dakwaan pemakzulan terhadap dirinya tidak akan berpengaruh terhadap pencalonannya dalam pemilihan presiden 2020. Justru, menurut dia, dakwaan itu secara politis akan menguntungkan dirinya. “Ini hal yang sangat menyedihkan bagi negara, tetapi tampaknya ini baik bagi diri saya secara politis,” kata Trump. Joe Biden merupakan pesaing Trump dalam pemilihan presiden pada November 2020 mendatang. Trump menuding Biden terlibat dalam korupsi di Ukraina, sehingga harus diselidiki. Namun, tuduhan Trump tersebut tidak disertai dengan bukti dan Biden telah membantah tuduhan itu.
Sumber: republika.co.id dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Tak Mau Wajib Militer, Mayoritas Pemuda Israel Berpura-pura Gila

Dunia – Jangan heran kalau melihat serdadu Israel wajahnya kebanyakan babyface dan malah kayak anak-anak, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *