Home / Uncategorized / Jokowi Sindir Ketua PBNU dan Ketua MPR? Yang Satu Berharap Menteri yang satunya Ingin Jadi Ketum Golkar
Apakah ucapan Jokowi ditujukan kepada Bamsoet dan Said Aqi? Publik paham tujuannya bukan? (dok, monitor.id)

Jokowi Sindir Ketua PBNU dan Ketua MPR? Yang Satu Berharap Menteri yang satunya Ingin Jadi Ketum Golkar

Investigasi – Ucapan Presiden Jokowi, yang mengatakan wacana pengembalian pemilihan Presiden dan Wapres ke MPR sama dengan cari muka, menampar muka dia dan juga ingin menjebaknya, agaknya ditujukan kepada dua orang sekaligus, yakni Ketua PBNU KH Said Agil Siraj dan Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo. Apa latar belakangnya kedua tokoh ini tiba-tiba melemparkan wacana yang dianggap berbagai kalangan suatu kemunduran politik dan tak cocok dengan kondisi sekarang ini. Bahkan banyak yang menuding, lama-lama pemerintahan sekarang ini mengadopsi gaya pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru, di mana di jaman Soekarno dan Soeharto, Presiden dan MPR berkolusi untuk menetapkan seorang Presiden tanpa batas. Lalu apa tujuan PBNU dan Ketua MPR sampai begitu? PBNU sejak KH Ma’ruf Amin menjadi Wapres, blak-blakan melalui Ketum nya KH Said Agil Siraj meminta, agar harus ada tokoh NU yang jadi Menteri. Permintaan itu ternyata tak begitu di gubris Jokowi, tidak ada tokoh penting NU yang masuk di jajaran Menteri Kerja Jokowi, harapan Said Agil sedikit terbuka, ketika Jokowi blak-blakan bilang, kalau ada kinerja para Menterinya yang tak sesuai harapan, maka Jokowi tak segan memecatnya. Tentu dengan adanya reshufle kelak, tokoh PBUN bisa masuk. Sebuah harapan bukan? Tapi konyol juga…karena sangat disayangkan Ormas sebesar NU ikut terseret-seret politik praktis karena pernyataan Ketum nya. Bagaimana dengan Ketua MPR RI, Bamsoet, panggilan akrabnya. Bamsoet sudah diketahui sangat berambisi ingin jadi Ketum Partai Golkar, menggantikan seterunya Airlangga Hartarto. Tak tahu malu, Bamsoet mengakui sudah mengantongi restu Jokowi untuk maju bersaing di Munas Golkar. Padahal Jokowi blak-blakan bilang, soal Munas dan Ketum Golkar urusan internal partai itu dan dia tak mau ikut campur. Apalagi secara politik, Airlangga agaknya lebih dekat ke Jokowi dan boleh dibilang lebih disukai dibandingkan Bamsoet yang dianggap kemaruk, karena sudah diberi jabatan Ketua MPR, malah masih ambisi jadi Ketum Golkar.
Sumber: dari berbagai sumber yang diolah

Tentang Admin

Berita Lain

Jadi Wantimpres, Tiket Soekarwo Lawan AHY Jadi Ketum Partai Demokrat?

Politik – Sejak tokoh-tokoh penting di Partai Demokrat ‘dibuang’, seperti Marzuki Ali dan Made Pasek, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *