Home / Lensa / Ketika Rasulullah SAW Masih Hidup, Sudah Ada Nabi Palsu
Sempat dipenjara, Lia Eden masih saja mengaku Nabi dan mendapatkan wahyu dari Malaikat Jibril (dok, Republika)

Ketika Rasulullah SAW Masih Hidup, Sudah Ada Nabi Palsu

Lensa – Sudah lebih dari 14 abad Nabi Muhammad SAW wafat, walaupun sudah jelas-jelas di dalam Alqur’an termasuk kitab-kitab suci lainnya dikatakan kalau beliau adalah Nabi terakhir dan tidak ada lagi Nabi sesudahnya. Akan tetapi, masih banyak yang mengaku-ngaku nabi, bahkan di jaman Rasulullah SAW sendiri ada nabi palsu. Dalam Sejarah Islam Terdapat Peristiwa Saat Umat berhadapan dengan sejumlah fitnah. Salah satunya adalah fitnah yang terdiri dari nabi palsu. Nabi palsu ini dikenal denga nama Musailamah Al Kadzab. Nama aslinya adalah Musailamah bin Habib dari Bani Hanifah. Dalam kitab Sirah Ibnu Ishaq , Musailamah mendapat julukan ‘Al Kadzab’ yang berarti ‘pembohong’. Sebabnya, dia telah menyetujui dengan mengakui sebagai nabi Allah , bersamaan dengan diutusnya Muhammad sebagai Rasulullah. Musailamah dikenal sebagai orang yang sangat mahir bicara. Banyak orang yang berbicara mulutnya hingga menjadi pengikut nabi palsu itu. Ditambah lagi, dia adalah salah satu anggota Bani Hanifah yang disegani. Dalam waktu dekat, popularitasnya meningkat dengan pesat. Untuk menguatkan klaim kerasulannya, Musailamah mengaku mendapat wahyu dari Allah . Dia lalu menyusun beberapa karya sastra untuk menandingi Alquran. Ternyata, kualitas dari ayat-ayat yang disampaikan Musailamah disampaikan rendah. Jauh di bawah standar sastra Arab saat itu. Alhasil, karya Musailamah menjadi bahan ejekan. Isinya mengada-ada, sedangkan susunan kalimatnya diaktifkan penuh ayat Alquran. Meski begitu, masih ada orang yang percaya Musailamah sebagai nabi . Jumlahnya juga tidak sedikit, mencapai puluhan ribu. Nabi palsu ini secara terang-benderang membahas tentang agama baik saat Rasulullah masih hidup dan sudah meninggal. Untuk menguatkan posisinya, Musailamah sampai mengirim surat kepada Rasulullah dan meminta meyakinkan tentang risalah kenabian yang diterimanya.

Kokohkan Posisi, Kirimi Surat Rasulullah

Dalam surat kepada Rasulullah, Musailamah mengklaim diri juga mendapat tugas dari Allah menyetujui risalah langit. Dia juga diminta berhak menguasai separuh negeri Arab. Berikut isi pesan yang ditulis Musailamah kepada Rasulullah.
“Dari Musailamah Rasulullah untuk Muhammad Rasulullah. Salam sejahtera, aku telah menetapkan untuk menjalankan tugas dan kewajiban bersama. Aku berkuasa atas separuh negeri dan separuh untuk Quraisy, tetapi Quraisy untuk yang kasar dan kejam.”
Untuk mengirim surat itu, Musailamah menerima dua pengikutnya. Dan disuruh membawa Surat kepada Rasulullah.

Jawaban Rasulullah Muhammad SAW

Ketika tiba, Rasulullah menanyai dua utusan Musailamah tentang isi surat tersebut. Kedua orang itu menyatakan setuju dengan pesan Musailamah. Rasulullah kemudian mengirimkan surat balasan. Demikian bunyi balas tersebut.
“Dari Muhammad Rasulullah untuk Musailamah bernyanyi pendusta. Dan bantuan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk (Surat Thaha ayat 47). Sesungguhnya bumi ini adalah kepunyaan Allah . Diwariskan-Nya bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa. ”

Bukannya jera setelah mendapat balasan dari Rasulullah, Musailamah membalikkan pengaruhnya. Dia menjadi semakin giat mengundang orang mengikuti ajarannya setelah Rasulullah wafat. Pengaruh Musailamah cukup menganggu umat Islam sepeninggal Rasulullah. Akhirnya, usai diangkat sebagai khalifah, Abu Bakar Ash Shiddiq menumpas Musailamah dan diikuti melalui Perang Yamamah.
Sumber: NU.Online, dream.co.id dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Panduan Dasar Sholat Agar Khusuk Bagian IV (Habis) : Latihan Sinkronisasi Lisan, Fikiran dan Hati

Lensa – Perhatikan kalimat berikut dibawah ini, baca kalimat tersebut dengan perlahan-lahan, bayangkan didalam fikiran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *