Home / Investigasi / Dari Dulu Golkar Selalu di Recoki, 4 Menteri Dikabarkan Turun Tangan Bantu Airlangga Jadi Ketum Golkar
Rapat pleno Golkar makin meruncingkan perbedaan pendapat soal mekanisme pemilihan Ketum Golkar (dok, Media Indonesia)

Dari Dulu Golkar Selalu di Recoki, 4 Menteri Dikabarkan Turun Tangan Bantu Airlangga Jadi Ketum Golkar

Investigasi – Ketika SBY-Jusuf Kalla berkuasa gantikan Megawati-Hamzah Haz tahun 2004 silam, parpol pertama yang harus dijinakan adalah Partai Golkar. Akbar Tanjung tergusur digantikan Jusuf Kalla, periode kedua SBY berkuasa, lagi-lagi Golkar direcoki, kali ini Jusuf Kalla yang dukung Surya Paloh keok oleh Aburizal Bakeri yang kembali disokong pemerintah. Jokowi-Kalla naik, lagi-lagi Golkar di recoki sampai kini. Kubu Bambang Soesatyo (Bamsoet) menuding ‘tangan’ Istana ikut bermain dalam pertarungan calon ketua umum di Munas Golkar . Memilih menteri Jokowi bahkan disebut mempengaruhi pemilik suara di Munas untuk memilih Airlangga Hartarto . Ada 4 pembantu Presiden Jokowi yang terlibat. Dua menteri berasal dari Partai Golkar, satu akademisi dan satu lagi kader partai lain. Empat menteri Jokowi itu adalah Luhut Pandjaitan, Agus Gumiwang Kartasasmita, Pramono Anung dan Pratikno. Mereka mengumpulkan para DPD I Partai Golkar. Para pemilik suara di Munas dikumpulkan di Hotel Keraton, Jalan MH Thamrin, Jakarta belum lama ini. 34 DPD I Golkar dikabarkan hadir. Dalam pertemuan itu, para pimpinan DPD memberikan bantuan kepada Airlangga. Singkat cerita, 34 Pimpinan DPD I akhirnya bulat memberikan suara ke Airlangga. “Semua DPD hadir dan langsung dukung Airlangga,” ujar sumber dari senior Golkar kepada merdeka.com, Jumat (29/11). Informasi ini langsung dibantah oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung. Di sela kunjungan kerja bersama Presiden Jokowi ke Subang, Pramono menjawab pertanyaan soal rumor tersebut melalui pesan singkat. Pram, sapaan dia, mengaku tak pernah berkomunikasi langsung atau tidak langsung dengan pengurus DPD Golkar. Dia juga terpilih, tidak pernah bertemu dengan DPD, saya partai beringin di sebuah hotel. Pihak Istana, kata dia, sama sekali tidak memiliki kepentingan apa pun di Munas Golkar. Pun mendugaan ada titah dari Presiden Joko Widodo untuk memenangkan Airlangga. “Pasti tidak benar, SAYA ketemu DPD Golkar saja tidak pernah. Dan Munas Golkar, kita tidak pernah campur tangan, Enggak ada urusannya,” kata Pramono. Merdeka.com juga mencoba menghubungi Pratikno terkait rumor tersebut. Belum sampai siang ini, belum ada tanggapan dari Pratikno. 2 Pekan lalu (14/11), muncul juga rumor soal pertemuan oknum pejabat negara dalam Munas Golkar . Politikus Golkar Fadhly Alimin Hasyim mengungkapkan, mengundang ini mengumpulkan kepala-kepala daerah untuk memenangkan Airlangga Hartarto di Munas.

Bantahan Airlangga

Airlangga juga turut membantah ada ‘tangan’ Istana di Munas Golkar. Dia adalah pihak yang memiliki suara dalam Munas adalah DPD I tingkat Provinsi dan DPD II tingkat Kabupaten dan Kota, bukan Pratikno atau Pramono Anung dari PDIP . “Tidak ada, orang Munas (Golkar) kan,” singkat Airlangga. Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menguatkan argumen Airlangga. Dia memastikan kabar tersebut hoaks dan ngawur. Akan tetapi, menurut dia, wajar jika menteri yang diundang Golkar yang duduk ikut membantu ketua umum. “Misalnya kaya Pak Agus, Pak Menpora atau Pak Jerry ya itu wajar. Karena memang mereka kader Golkar. Jadi menurut saya enggak perlu disiapkan soal itu,” tegas Ace. Senada, DPD Golkar Jatim tidak pernah dikumpulkan oleh Pramono dan Pratikno di Hotel di Golkar untuk tanda tangan dukungan. Wakil Sekretaris DPD I Jatim Aan Ainur Rofik menuturkan, pihaknya juga tidak memerlukan intervensi dan tekanan dari menteri untuk mendukung salah satu caketum. Sepengetahuannya, seluruh ketua DPD Golkar baik tingkat I dan II sudah cerdas dalam menentukan pilihan politik. “Tidak ada yang membantah itu. Setahu saya semua Ketua DPD sudah cerdas semua. Setahu saya juga tidak pernah ada nama (Menteri Sekretariat Negara) Pratikno dalam pertemuan-pertemuan DPD,” jelas dia. Contohnya saja di Jatim, DPD menggelar rapat untuk menentukan arah dukungan pada Rabu (27/11). Hasilnya, suara DPD I dan DPD II Partai Golkar Jatim ini sudah dipastikan sepenuhnya mendukung Airlangga. “Sesuai dengan rapat pleno yang digelar kemarin (Rabu), semua setuju untuk mendukung ke Pak Airlangga. Kita punya suara dari DPD II sebanyak 38 suara ditambah satu suara dari DPD I. Total, ada 39 suara yang mendukung Pak Airlangga,” jelas dia. Demikian juga DPD Partai Golkar Sumatera Selatan. Sekretaris DPD Partai Golkar Sumsel Herpanto memastikan tidak ada penggiringan pilihan oleh DPRD terhadap DPD I, untuk memilih kembali Airlangga. Bahkan, dia kaget mendengar kabar tersebut. “Wah tidak ada itu, tidak ada. Itu kabar buruk,” kata Herpanto saat dihubungi. Herpanto tidak dapat memprediksi tujuan pihak yang menyebut keberadaan paksaan. Bagi dia, persaingan perebutan kursi Ketum Golkar sah-sah saja dalam proses demokrasi. “Tidak tahu maksudnya apa, tapi kalau soal persaingan biasa saja,” kata dia. Berhadapan dengan isu tersebut, DPD Partai Golkar Sumsel memutuskan tetap mendukung dan memilih Airlangga Hartanto dalam pemilihan Ketum nanti. Namun, semuanya diserahkan sepenuhnya kepada Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Alex Noerdin.
Sumber: merdeka.com dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Setelah Garuda, Kini Erick Beri Ahok Sebulan Ungkap 142 Anak Usaha Pertamina, Bila Terbukti Berpotensi Merugikan Langsung Disikat!

Investigasi – Kini pejabat di Pertamina mulai gerah, karena setelah kasus PT Garuda Indonesia terbongkar, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *