Home / Politik / Bamsoet Resmi Nantang Airlangga dan Ngaku didukung Jokowi, Kubu Airlangga Panas Dingin dan Tagih Komitmen Jadi Ketua MPR
Kalau soal pengalaman di Golkar, Bamsoet jelas menang jauh dari Airlangga (dok, bipol.co)

Bamsoet Resmi Nantang Airlangga dan Ngaku didukung Jokowi, Kubu Airlangga Panas Dingin dan Tagih Komitmen Jadi Ketua MPR

Politik – Tekad ambisius kekuasaan Bambang Soesatyo awalnya disalurkan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dengan memuluskana jalan pria yang biasa di sapa Bamsoet ini untuk jadi Ketua MPR RI, karena jatah Ketua DPR sudah milik PDIP. Tujuan Airlangga jelas, agar Bamsoet mengurungkan niatnya menjadi Caketum Golkar yang akan di gelar pada awal Desember ini dan Airlangga bisa mulus secara aklamasi terpilih kembali sebagai Ketua Umum Partai Golkar Periode 2019-2024. Namun, janji politik tinggal janji, Bamsoet secara blak-blakan menyatakan diri maju menantang Airlangga. Bahkan Bamsoet juga menyeret-nyeret nama Presiden Jokowi, yang katanya sudah merestui pencalonannya tersebut. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyebut tak ada pihak yang menarik Presiden Joko Widodo ke dalam persaingan calon ketua umum ‘Beringin’ periode berikutnya. “Tidak ada yang menyeret Presiden Jokowi dalam kontestasi Calon Ketua Umum Partai Golkar menerima Munas Partai Golkar bulan Desember 2019 ini,” kata dia, dalam keterangan tertulisanya, Minggu (24/11). Hal ini menjawabnya dalam menanggapi keputusan Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo alias Bamsoet. Ia menyebut Jokowi akan mempercayakan proses pemilihan ketum Partai Golkar pada perubahan yang berlaku di internal partai. “Saya enggak ingin menarik Jokowi dalam urusan internal Partai Golkar, karena saya yakin dan percaya Jokowi akan membawa sepenuhnnya pada sambungan yang ada di Golkar,” kata Bamsoet, Jumat (22/11). Meski begitu, Ace, yang kerap menyuarakan kubu Airlangga, yakin Jokowi tahu betul soal dinamika partai demikian juga pihak mana saja yang mau komitmennya. “Kami yakin Presiden sangat memahami tentang dinamika yang terjadi di internal Partai Golkar, termasuk siapa-siapa yang telah membuat komitmen politik agar Partai Golkar solid, tidak ada kegaduhan dan tetap konsisten dalam Koalisi Pemerintah Jokowi,” tutur dia. “Dia (Jokowi) tahu siapa yang membuat komitmen, termasuk komitmen Pak Bamsoet tidak akan maju menjadi caketum jika ditugaskan menjadi Ketua MPR RI. Karena itu, dikonfirmasi sekali Presiden Jokowi agar sesuai komitmen,” Ace menambahkan. Diketahui, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar ke-55 di Golden Ballroom The Sultan Hotel, Jakarta, Rabu (6/11), Jokowi menyetujui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan sebutan “top”. Jokowi menyebut Golkar adalah tulang punggung pemerintah saat ini. Lantaran demikian, dia meminta Golkar tetap solid dan memegang komitmen seusai munas. “Golkar goncang sedikit, pemerintah ikut goncang sedikit,” kata dia. Ace menyebut memuji “top” dari Jokowi dapat diartikan sebagai “sebuah sinyal bahwa Presiden sangat nyaman dengan Pak Airlangga”. Diketahui, Partai Golkar memperluas ini memiliki dua kandidat kuat untuk membahas kursi Ketua Umum yang akan diperebutkan pada Munas, Desember. Yakni, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo alias Bamsoet. Bamsoet sudah resmi menyatakan diri untuk maju sebagai caketum. Kubu Airlangga lantas menyinggung persetujuan dengan Bamsoet saat memberikannya jalan mendapat kursi Ketua MPR. Yakni, mendukung pencalonan Airlangga, takkan maju di munas, juga takkan meningkatkan kegaduhan. Namun, kubu Bamsoet membantah komitmen yang diklaim kubu sebelah dan mengaku hanya ingin meredakan tensi politik saat itu.
Sumber: CNNIndonesia.com dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Dibilang Preman, Henry Yoso Ancam Mau Digebukin, Tak Takut, Andi Arief: Saya Tunggu

Politik – Kalah debat di medsos, politisi PDIP ternyata mau ajak berantem, terkait cuitan politikus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *