Home / Balangan / Gubernur Kalsel dan Anggota DPRD Propinsi Jamin Status Bupati Ansharuddin
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dan Ketua DPRD Propinsi Supian HK jadi penjamin Bupati Balangan (dok, Abdi Persada)

Gubernur Kalsel dan Anggota DPRD Propinsi Jamin Status Bupati Ansharuddin

Balangan – Bupati Balangan bisa bernafas lega, status tersangka yang disematkan Polda tak otomatis membuat petahana Balangan ini di tahan. Meskipun Polda Kalsel selalu menampik keras tudingan adanya nuansa politik dibalik penetapan tersangka Bupati Balangan Drs H Ansharudin Msi, namun secara gambling itu bisa terlihat nyata, karena pesta demokrasi di Balangan akan berlangsung kurang dari 10 bulanan lagi. Kemarin Kamis (24/10), polisi resmi merampungkan berkas perkara dugaan penipuan cek kosong oleh Ansharuddin. Meski begitu orang nomor satu di Kabupaten Balangan itu tak ditahan. “Kita sudah resmi melimpahkan dan semuanya tinggal wewenang kejaksaan,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol M. Rifai, didampingi Direktur Reskrimum Polda Kalsel, AKBP Sugeng Riyadi. Jaksa beralasan telah mendapat jaminan dari Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor dan Ketua DPRD Kalsel, Supian HK. “Dia [Ansharuddin] tidak dilakukan penahanan dengan alasan masih pejabat publik aktif, kedua penjamin adalah gubernur dan ketua DPRD Kalsel,” terang Kepala Kejaksaan Negeri Banjarmasin, Taufik Satia Diputra kepada apahabar.com. Pun begitu, Ansharuddin tetap dalam pengawasan aparat selamat proses hukum bergulir hingga di persidangan nanti. “Hari ini pelimpahan berkas perkara dari Polda ke Kejati. Sebagaimana hasil penelitiannya karena lokus-nya di wilayah Banjarmasin, Rattan In. Maka seharusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Banjarmasin Negeri Banjarmasin,” terangnya. Sementara itu, Bupati Balangan Ansharuddin memilih bungkam dan berjalan menuju mobil saat ditanyai awak media usai menjalani pelimpahan berkas. Kuasa Hukum Ansharuddin, M Pajri menyampaikan pihaknya taat menjalani proses hukum dan siap menguji fakta atas pelaporan di persidangan nanti. “Harapan kami persidangan di Banjarmasin kita ungkap apa adanya yang jelas kami kooperatif saat sidang nanti. Harapan kita profesional dan transparan dalam mengungkap perkara ini,” paparnya. Sekadar diketahui kasus ini muncul karena Dwi merasa dirugikan. Cek senilai Rp1 miliar yang diterima pelapor dari tersangka diduga kosong. Dwi pun melaporkan kasus tersebut ke polisi berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/1220/X/2018/BARESKRIM tanggal 01 Oktober 2018.
Sumber: apahabar.com dan berbagai

Tentang Admin

Berita Lain

SDN Batu Piring pamerkan Olahan dari sampah

Paringin – (19/9) SDN Batu Piring pamerkan sekitar 500 sampah yang disulap menjadi suatu yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *