Home / Investigasi / Susahnya Ulama (UAS) yang Tak Mau ‘Tunduk’ dengan Pemerintah Lakukan Tausyiah
UAS selalu mendapatkan sambutan luar biasa dari jamaah, tapi Jogja melarang, malah lebih suka ijinkan konser Dangdut daripada tausyah, MIRIS jadinya (dok, Tribun)

Susahnya Ulama (UAS) yang Tak Mau ‘Tunduk’ dengan Pemerintah Lakukan Tausyiah

Investigasi – Ustadz Abdul Somad (UAS) kembali diperkusi oknum-oknum yang tak ingin ustadz kondang dengan pengikut puluhan juta orang ini bertausyiah. Pelarangan UAS tentu saja erat kaitannya dengan isi ceramahnya yangdianggap tak sejalan dengan kebijakan pemerintah sekaligus dianggap bisa menyebabkan umat salah paham dengan pemerintah. Berbagai spekulasi pun merebak dengan pembatalan kuliah umum sekaligus tausyiah dari UAS. Universitas Gadjah Mada (UGM) memang sebuah universitas negeri terbesar yang ada di tanah air, dengan jumlah mahasiswa mencapai puluhan ribu orang dari berbagai program study. Banyak yang menduga, ini ada pesanan dari oknum pemerintah dari pusat, apalagi Menristekdikti sudah mengeluarkan berbagai imbauan, terkait makin maraknya demo yang dilakukan para mahasiswa dan pelajar STM di seluruh Indonesia belakangan ini, imbauan itu memang ditujukan ke semua rektor universitas negeri se Indonesia. Pihak Universitas Gadjah Mada yang membatalkan kuliah umum yang rencananya diisi oleh Ustaz Abdul Somad di Masjid Kampus UGM pada Sabtu (12/10) berkilah macam-macam yang tak masuk akal. Ketua Takmir Masjid Kampus UGM Mashuri Maschab mengungkapkan reaksi terhadap agenda ini muncul dari alumni UGM. “Ketika undangan kami sampaikan ke pimpinan fakultas, universitas, kemudian diketahui publik, muncul reaksi. Katanya orang-orang rektorat (reaksi) itu dari alumni,” ungkap Mashuri kepada wartawan di rumahnya, Sleman, Kamis (9/10/2019). Akhirnya diadakan pertemuan antara pimpinan kampus dan takmir pagi tadi. Dalam pertemuan itu, pihak kampus yang diwakili Warek Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan Djagal Wiseso menghendaki kuliah umum UAS dibatalkan. “Iya, (tadi pagi ketemu dengan) Pak Djagal Wiseno sama Pak Bambang (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia), tapi Pak Bambang tidak banyak bicara, hanya menemani,” tuturnya. Diberitakan sebelumnya, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Iva Aryani menyebut agenda ini dibatalkan pihak rektorat karena untuk menjaga keselarasan kegiatan akademik dan nonakademik dengan jati diri UGM. “(Yang tidak selaras) keterkaitan antara acara dan pembicaranya,” sambung pengajar Fakultas Filsafat UGM ini.
Sumber: detik.com dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Baru Nyahooo! Banyak Negara Terperangkap Jebakan Utang China, Indonesia Termasuk!

Investigasi – Cina atau Tiongkok saat ini, memang kelebihan duit karena mereka menang dalam hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *