Home / Politik / Karena Ngabalin dan Moeldoko Dianggap Tak Berkualitas, Fahri di Suruh Jadi Jubir Jokowi
Fahri Hamzah nolak jadi Jubir gantikan Ngabalin atau Moeldoko, lebih milih jadi marbot mesjid (dok, Gelora)

Karena Ngabalin dan Moeldoko Dianggap Tak Berkualitas, Fahri di Suruh Jadi Jubir Jokowi

Moeldoko di sebut sering bikin blunder (dok, monitor.co.id)
Politik – Istana punya Staf Kepresidenan dan yang paling sering tampil adalah Ali Mochtar Ngabalin dan Moeldoko sang kepala stafnya. Namun keduanya dianggap sering bikin blunder, bahkan Ngabalin sering di olok-olok jadi Ngibulin, apalagi kalau kalah berdebat bawaannya malah emosi dan ngajak duel saja. Kini, para pembantu Presiden Joko Widodo mulai ramai mengeluarkan pernyataan jelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang. Mereka bersemangat tampil di media untuk membela Jokowi dengan harapan bisa dipilih kembali sebagai menteri di periode kedua. Namun demikian, tidak sedikit dari mereka yang justru membuat blunder saat berkomentar. Salah satunya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Pernyataan mantan panglima TNI yang menyebut Jokowi-Maruf sudah tidak membutuhkan buzzer dianggap mendiskreditkan Jokowi. Sebab, pernyataan itu seolah mengkonfirmasi bahwa Jokowi pernah memiliki buzzer. Jelang pelantikan presiden, Jurubicara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak turut mengomentari susunan kabinet Jokowi. Dia menyarankan agar Jokowi mengambil mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sebagai pembantu yang menggantikan Moeldoko. “Sebagai kepala KSP misalnya,” ujar Dahnil dalam akun Twitter pribadinya, Selasa (8/10) lalu. Menurutnya, jika ada Fahri di kubu Jokowi, perdebatan di publik semakin menjadi lebih berkualitas. Oposisi, sambungnya, juga punya lawan berat saat berdebat. “Minimal yang di luar pemerintah punya lawan berpikir dan kepresidenan bisa terbantu membangun percakapan dan dialog berkualitas di internal,” tutupnya. Namun demikian, Fahri mengaku tidak berminat dengan jabatan itu. Sembari berkelakar, Fahri mengaku lebih memilih menjadi seorang penjaga masjid. “Kelebihan marbot adalah dia selalu mendengar suara azan. Berbeda dengan jubir, kadang azan kelewatan,” jawabnya kepada Dahnil.
Sumber: RMOL.id dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Beda Dengan Prabowo yang Terkesan Tak Punya Pendirian, Sandi Nilai Jokowi Butuh Oposisi: Tak Bisa Hanya Dikelilingi ‘ABS’ dan Buzzer

Politik – Di saat Prabowo Subianto terkesan sangat pragmatis, Sandiaga Uno berpendapat sebaiknya partai nonkoalisi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *