Home / Tabalong / Tamat Karir Asli Yakin, Kasasinya Ditolak MA dan Langsung di Eksekusi ke Lapas Tanjung
Sekretaris Bappeda Asli Yakin, saat bersama pejabat teras Tabalong lainnya di satu acara (dok, Antara)

Tamat Karir Asli Yakin, Kasasinya Ditolak MA dan Langsung di Eksekusi ke Lapas Tanjung

Tanjung – Sebagai pejabat muda putera daerah asli, karir Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Tabalong, Asli Yakin termasuk moncer. Selangkah lagi dia bisa menjadi Kepala Dinas. Namun, saat menjadi Camat Murung Pudak, dia tergelincir dan akhirnya karirnya kini tamat. Asli Yakin ditahan di Lapas Tanjung, Rabu (25/9/19) lalu. Dia datang ke Lapas dengan diantar tim eksekutor Kejaksaan Negeri Tabalong dan dua orang stafnya, menggunakan mobil dinas plat merah. Penahanan itu terkait masalah korupsi dana retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tahun 2009 sampai 2014. Penyelewengan itu terjadi ketika ia menjabat Camat Murung Pudak dengan nilai kerugian Negara lebih dari Rp1 miliar. Modusnya dana IMB yang seharusnya disetorkan ke kas daerah masuk ke kantong pribadi. Kasus ini memasuki masa persidangan di tahun 2016 lalu. Di Pengadilan Tipikor ia divonis empat tahun enam bulan penjara dan pengembalian dana sebesar Rp1,1 miliar. Asli Yakin kemudian mengajukan banding. Namun, bandingnya ditolak. Tak patah arang, Asli Yakin kembali melakukan kasasi di MA, tapi lagi-lagi ditolak. Dengan putusan yang inkrah akhirnya Asli Yakin ditahan siang kemarin. Kepala Lapas Tanjung, Herliadi membenarkan penahanan tersebut. “Iya benar, Pak Asli Yakin ditahan di Lapas. Tadi diantar dua orang stafnya pakai pakaian dinas, pakai mobil dinas,” katanya. Sebelum penahanan, ia diperiksa kesehatannya. Hasilnya sesuai pemeriksaan dokter dinyatakan sehat. Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Tabalong, Jhonson Evendi Tambunan mengatakan, penahanan Asli Yakin dilakukan setelah turunnya salinan putusan Makamah Agung Nomor 2668 K/Pid.sud/2017, yang kemudian ditindaklanjuti dengan eksekusi. “Makanya kami mengeksekusi terpidana Asli Yakin,” jelasnya. Asli Yakin dipidana empat tahun dan denda Rp200 juta, dengan ketentuan bila pidana denda tidak dibayar dapat diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.
Sumber: kalsel.prokal.co dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

Apakah DPRD Tabalong Menjadi ‘Dewan Persetujuan Rakyat Daerah” Atau Sebagai Penyeimbang?

Tanjung – Dengan sudah dilantiknya unsur pimpinan definitif di DPRD Kabupaten Tabalong periode 2019-2024, banyak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *