Home / Balangan / Demokrasi Balangan Bagian II – Keunggulan Petahana, Mudah Mengendalikan Keadaan
Kandidat Pilbup Balangan

Demokrasi Balangan Bagian II – Keunggulan Petahana, Mudah Mengendalikan Keadaan

Sejarah Pilkada Balangan memang belum pernah memuncukan kejutan-kejutan yang membuat publik heboh. Kecuali adanya demo dari paslon yang merasa ada kecurangan dalam pilkada, selebihnya tak ada kejutan yang berarti. Karena pemenang pilkada biasanya sudah bisa diprediksi, mengingat sepak terjang plus pergerakan selama masa kampanye. Secara historis, gaya pemilih di Balangan sebetulnya tak beda jauh dengan Tabalong dan Hulu Sungai Utara, kabupaten tetangga terdekat Balangan. Hingga boleh dibilang, pilkada Balangan perpaduan rasa pilkada Tabalong dan HSU. Yakni, panas di awal dan diakhir pilkada, lalu berjalan sesuai ritme….
—————————————————————————————————————–

Wabup Balangan Syaifullah belum putuskan maju dan siapa pasangannya kelak (dok, Infopublik)
Sejarah Pilkada langsung sejak pertama kali diterapkan di Kutai Kertenagara, Kaltim Tahun 2004 silam, selalu memunculkan petahana yang jadi pemenang, sangat jarang petahana mampu dikalahkan. Walaupun ada juga petahana yang keok, contoh terbaru di Tanah Laut Tahun 2018, Bupati petahana kalah oleh Wakil Bupati petahana, atau Tahun 2015 silam, Walikota Petahana Banjarbaru, kalah oleh mantan Camat Landasan Ulin, Najmi Adhani yang berpasangan dengan mantan Anggota DPRD Kota Banjarbaru, hebatnya mereka malah maju non parpol alisa independen. Bagaimana dengan Balangan, petahana agaknya masih mempunyai kekuatan yang sangat sulit untuk dikalahkan. Mantan Bupati Balangan, Ir Sefek Effendie bersama pasangannya, Drs H Ansharuddin Msi dua kali Pilkada mampu bertahan dari gempuran lawan-lawan politiknya. Ansharuddin sendiri sukses mempertahankan hegemoni petahana di Balangan dan unggul bersama H Syaifullah, pasangannya pada Pilkada Balangan, Tahun 2015 lalu. Bagaimana kalau pasangan Ansharuddin dan Syaifullah malah bertahan dan tetap maju berpasangan di Pilkada Balangan tahun depan, tentu saja Pilkada Balangan akan selesai. Dalam artian pasangan ini bakal bisa dengan mudah memenangkan pertarungan menghadapi lawan-lawan politiknya. Bagaimana kalau pecah dan maju sendiri-sendiri bersama pasangan baru masing-masing, tentu agak sulit memprediksi siapa yang bakal menang, malah bisa jadi akan ada kejutan-kejutan yang tak terduga. Bisa juga nanti ada paslon lain yang justru membikin kejutan. Memang masih pagi, mengingat Pilkada serentak se Indonesia yang dijadwalkan KPU RI adalah September tahun depan, atau sekitar 13 bulan lagi dari sekarang. Tapi, waktu memang tak terasa dan berjalan sangat cepat, begitu juga dalam dunia politik, terkadang susah sekali di tebak, bisa berubah dalam waktu yang tak di sangka-sangka. Masih moncernya dua petahana yakni Bupati dan Wakil Bupati Balangan dalam kancah Pilkada Balangan tahun depan, mengisyaratkan cukup sulitnya calon-calon lain muncul sebagai penantang mereka berdua. Terlebih keduanya merupakan ketua-ketua parpol yang memiliki kursi di DPRD Balangan, hasil pemilu 17 April 2019 lalu. Partai Golkar malah sukses mengkudeta PPP, yang pada tahun 2014 lalu meraih unsur Ketua. Walaupun begitu, partai lain-lain kabarnya juga mencoba-coba untuk memajukan kader-kadernya agar maju bersaing dengan dua petahana ini. Ansharuddin sendiri yang di kutip BeBASbaru dari kilikalsel.com malah sudah blak-blakan menyampaikan siapa pasangannya kelak di Pilkada Balangan, yakni politisi dari PKS, M Nor Iswan. “Insya Allah saya menggandeng M Nor Iswan dari partai PKS, dan disingkat menjadi ANIS (Ansharuddin – Iswan ),” ucap Ansharuddin pada Sabtu (29/6) silam. Bahkan kata Ansharuddin, pasangan ANIS di Pilkada Balangan nanti akan melakukan pendekatan dengan partai lain untuk berkoalisi. “Kita terbuka saja, tidak menutup kemungkinan kita berkoalisi dengan partai lain seperti PDIP, Demokrat, PAN,” ungkap Ansharuddin. Padahal dengan Golkar dan PKS saja, pasangan ANIS ini sudah lebih dari cukup untuk mengusung mereka. Bagaimana dengan Wabup Syaifullah, sampai kini Syaifullah belum secara terbuka mengungkapkan dengan siapa dia berpasangan. Sementara itu, di gadang-gadang bakal kembali maju pada Pilkada Balangan setelah kalah pada 2015 silam, Dimas Febriandie saat dihubungi Radar Banjarmasin mengatakan, ia masih menjalin komunikasi dan berkonsultasi dengan keluarga serta para guru. “Dari hasil konsultasi dengan keluarga dan guru-guru itu, baru nanti bisa mengambil keputusan apakah mencalonkan diri atau tidak,” ujar putra sulung dari mantan Bupati Balangan dua periode, Ir H Sefek Effendie ME. Belakangan, nama Haris Makkie jadi buah bibir di tengah masyarakat. Birokrat yang sekarang menjabat sebagai Sekdaprov Kalsel tersebut, disebut bakal turut meramaikan Pilkada Balangan 2020. Bahkan, salah seorang pengurus partai di Balangan kepada Radar Banjarmasin mengungkapkan, Haris yang pernah menjadi pejabat di Pemkab Balangan tersebut, sudah melakukan komunikasi dengan partainya. Harris Makke memang sempat akan maju pada Pilkada Balangan beberapa waktu lalu, namun selalu batal menjelang akhir masa pendaftaran. Mantan Kahumas Tabalong ini memang sempat lama mengabdi di Balangan, setelah menjadi pejabat di Tabalong, lalu karir nya makin moncer setelah pindah ke Propinsi Kalsel dan akhirnya terpilih sebagai Sekdaprop di masa pemerintahan Sahbirin Noor dan Rudy Resnawan saat ini.

KPU Rencanakan Pilkada-Pemilu Dengan E-Voting, Hindari Kecurangan
Seruan agar Pilkada dan Pileg berubah total agaknya kini telah direspon langsung KPU dan Bawaslu, malah KPU dan pemerintah telah mewacanakan akan menghilangkan Formulir C1, karena sangat rawannya kecurangan formulir tersebut. Bahkan ada yang mengusulkan untuk menghapuskan sama sekali pemilihan melalui coblosan ke kertas suara, sebagai gantinya akan dilakukan e-voting, karena lebih aman dan sangat sulit untuk berbuat curang. Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Azis mengatakan, pihaknya telah merampungkan fokus grup diskusi (FGD) sesi pertama terkait rekapitulasi suara elektronik atau e-recap yang berlangsung pada Selasa (6/8) lalu. Ia berharap, desain rekapitulasi elektronik untuk Pilkada 2020 bisa rampung pada September 2019. “Harapannya sampai September bulan depan sudah bisa kami final untuk desainnya ya kira-kira seperti apa,” ujar Viryan di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis (8/8). KPU merencanakan akan melaksanakan sampai tiga sesi FGD yang melibatkan beberapa pihak. Ia mengatakan, pada FGD pertama dihadiri Ketua Komisi II DPR RI, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pakar hukum tata negara, serta pegiat pemilihan umum (pemilu). Secara keseluruan, KPU telah mendapatkan sejumlah masukan dari pihak-pihak terkait. Viryan menjelaskan, pada FGD pertama ini fokus mengenai aspek legal terkait dengan rekapitulasi elektronik. Hasilnya, KPU memiliki cukup dasar melakukan rekapitulasi elektronik pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Pelaksanaan rekapitulisasi elektronik pada Pilkada 2020 mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati, dan walikota menjadi undang-undang. Viryan melanjutkan, KPU kemudian akan membuat peraturan KPU (PKPU) atau merivisi PKPU tentang rekapitulasi dan penetapan calon terpilih. KPU harus memasukkan desain atau teknis yang nantinya akan diputuskan untuk pelaksanaan rekapitulasi elektronik. “Jadi nanti ada bagian tertentu terkait dengan rekapitulasi elektronik dalam PKPU rekapitulasi dan penetapan calon terpilih,” kata dia. Selain itu, KPU juga akan membuat khusus terkait dengan pedoman teknis rekapitulasi elektronik. Akan tetapi, aspek teknis itu baru akan dibahas pada FGD kedua. Sementara FGD ketiga akan membahas tentang aspek informasi teknologi yang akan ditetapkan dalam e-recap.
Sumber: Bpost.online, prokalsel.com dan berbagai sumber

Tentang Admin

Berita Lain

121 jamaah haji kabupaten Balangan tiba di Benua Sanggam

Paringin – 121 jamaah haji kloter 16 Balangan di sambut Bupati Balangan bertempat di Halaman …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *