Home / Lensa / Kaltim Propinsi Paling Top se Kalimantan, Kini Punya Tol Balikpapan-Samarinda

Kaltim Propinsi Paling Top se Kalimantan, Kini Punya Tol Balikpapan-Samarinda

Balikpapan- Kaltim boleh dibilang merupakan propinsi paling maju se Kalimantan, selain punya bandara kaliber Internasional, kini propinsi terluas di Kalimantan sebelum Kaltara berdiri sendiri, mampu memiliki jalan tol Balikpapan-Samarinda. Padahal sebelum kerusuhan massal tahun 1997, Kalsel lah propinsi paling maju, namun kini Kalsel harus iri dengan kemajuan luar biasa propinsi tetangganya tersebut. Tol Balikpapan-Samarinda diproyeksi bisa beroperasi pada April 2019 mendatang. Membentang sepanjang 99,35 km, berapa tarif yang dipatok untuk melalui jalan tol ini? Direktur Utama PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) STH. Saragi mengatakan, berdasarkan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) yang ditandatangani, tarif yang dipatok untuk melewati tol ini adalah Rp 1.000/km. Dengan operasi sistem terbuka, maka total biaya yang dibutuhkan untuk melewati tol ini secara penuh sekitar Rp 99.350. “Tarif memang sudah ditentukan di PPJT Rp 1.000/km. Jika nanti ada perubahan biaya karena ada perubahan lingkup dan yang harus dilaksanakan, itu kita boleh mengajukan usulan perubahan pembiayaan lingkup,” katanya saat ditemui di lokasi proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda, Balikpapan, Kamis (16/8/2018). Saragi mengatakan tol Balikpapan-Samarinda tidak terkena kebijakan rasionalisasi tarif yang diterapkan pemerintah beberapa waktu lalu. Jasa Marga bisa memastikan tarif tetap Rp 1.000/km, apabila biaya investasi tidak mengalami pembengkakan. Namun jika terjadi perubahan pun, kemungkinan akan tetap sama dengan mengatur masa konsesi. “Tapi sejauh ini pembiayaan kita masih on track. Biaya investasi sampai sekarang masih sesuai dengan PPJT,” katanya. Adapun biaya investasi untuk tol Balikpapan-Samarinda secara keseluruhan mencapai Rp 9,97 triliun. Dari total biaya tersebut, Jasa Marga membiayai sekitar 70% di antaranya untuk seksi 2, 3 dan 4. Sementara untuk pembebasan lahan, sampai saat ini Jasa Marga sudah menghabiskan dana sekitar Rp 300 miliar, dari total Rp 540 miliar yang dibutuhkan. Adapun pengembalian yang diterima dari LMAN saat ini baru sekitar Rp 110 miliar.
Sumber: DetikNews.com

Tentang Admin

Berita Lain

Sejarah Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan, Pendiri Daulah Umayyah, Islam Berkembang Sangat Pesat

Lensa – Banyak yang menyebutkan, tangan Khalifah atau Sultan Muawiyah bin Abu Sufyan sangat berdarah, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *